Usia remaja kini beranjak cepat memasuki gerbang dewasa. Bagaimana tidak dengan berkembangnya zaman digitalisasi usia remaja dapat melakukan hal baru. Dengan di dukung oleh teknologi informatika seseorang dapat berselancar bebas di dunia maya yaitu menggunakan beberapa platfroom/aplikasi di antaranya: google, you tube, instagram, facebook dan twitter. Masih banyak lagi aplikasi yang menyuguhkan game dan editing foto tentunya dalam satu gadget ada beberapa aplikasi favorit sehingga tidak memakan banyak ruang kapasitas ram/memory.
Seorang bicara dengan saya di plataran rumah. Kebetulan usianya sama dengan saya kelahiran 95, kira-kira sekarang umurnya 24. Dia memulai menghidupkan suasana malam itu dengan kembali menceritakan masa kecil nya . Masa remaja ku berbalik 180° dengan masa remaja hari ini. "pegang telfon ga pernah, apalagi main tik tok dan game" katanya dengan wajah ceriah. Dia meneruskan obrolannya, "kata/istilah selfie jaman ku dulu gak ada", apalagi istilah mabar/main bareng. Itupun hanya istilah kata blom lagi perilaku dalam praktik kehidupan pastinya jauh berbeda.
Perubahan dan perkembangan zaman merupakan keniscayaan yang harus kita gapai guna memberikan dampak yang memudahkan generasi penerus. Apa kamu mau melihat zaman dulu terulang lagi yang sangat menyusahkan hari depan, pastinya gak mau kan!. Nah disini peran kita dari era 95 yaitu memberi petuah pengalaman dan membimbing mereka agar tidak seperti kita yang mengalami kesulitan/kendala dari perbuatan yang tidak baik."kata ku dengan menatap mata tajam". walau generasi milineal ini mudah dalam hal apa pun pastinya ada dampak untuk berkembang dan tumbuh menjadi anak yang berbudi luhur. contohnya banyak anak sekarang yang tidak menerapkan budi/tata etika ketika berkomunikasi. nah itu bagaimana ?
hm...baiklah kita akhira saja obroan ini di di lanjut berdamai dengan main game bareng. kita coba skill dan skin hero baru yang barusan saya dapat dari top up. hehe...
Dari pemaparan kalimat di atas saya memetik beberapa point semenjak teknologi semakin canggih manusia lupa akan jati dirinya lebih asik menghabiskan waktu dengan bermain sosial media sampai lupa mengaktualiasi dirinya ke dunia realita.
BalasHapusTerimakasih atas argumen nya.
Terus berkarya