Weekend Produktif

Lihat lah langit itu .membiru se-elok laut negri ku , apa yang akan di turunkan pada generasi bangsa bila semua kekayaan ter-eksploitasi kaum penjajah, perebutan kekuasaan, saling tikam menikan , saling kong kali kong , ini tanah pusaka !, tanah pertiwi untuk pri bumi sebagai sembah syukur terhadap Tuhan yang maha esa, yang menyuguhkan kekayaan alam melimpah di negri ku tercinta. Wahai generasi mudah bangkitlah dari tidur mu .bersatulah, berbahagia lah. sebab engkau lahir di tanah surga !. Sorak-sorak, tepuk tangan para undangan dengan meriah. Begitulah puisi Sanji di panggung sebagai pembuka acara wisuda. Puisi ini ku persembahkan kepada kakak-kakak ku yang hari ini wisudah dan memulai perjalanan baru. Melawan kerasnya kehidupan, lesuhnya lapangan pekerjaan. berharaplah pada kemampuan dan keahlian mu untuk dapat bertahan dari derasnya arus globalisasi. Pegang teguh ikrar mu dan sandanglah nama baik kampus mu, sebagai pelengkap sembah bakti ku, puisi ini ku persembahkan kepada kedua orang tua ku yang tinggal di kampug jauh dari sarana prasarana pemerintah, jauh dari cahaya matahari dan sangat dalam gelapnya. Bapak ku bekerja sebagai petani dan ibu ku juga sebagai petani. panggilah kedua orang tua ku dengan sebutan pak tani dan bu tani .mereka bekerja mulai pagi hingga sore hari .memang pekerjaan petani sangatlah keras .kalau di kerjakan berdua dengan ibu ringanlah pekerjaan, itu pun kalau tidak ada gangguan kesehatan .keringat menetes membasahi tubuhnya tak kenal lelah demi nafkah untuk ku yang di sebrang sini. semoga beliau sehat dan di cukupkan kebutuhan hidup oleh tuhan yang maha esa .

Ibu ku pernah berkata.“wahai anak ku bersungguh sunggulah engkau dalam mencari pengetahuan dan ilmu, itu adalah bekal kehidupan mu nanti. Percayalah pada diri mu sendiri bahwa engkau dapat membuktikan pada ibu dan bapak bahwa kamu mampu, bisa mewujudkan cita cita mu, kelak kamu akan menjadi seseorang yang di bangga banggakan ibu bapak, karena hanya engkau lah jerih payah dan keringat ini menetes”

“San. . sanji kenapa kamu benggong dari tadi”?Tanya Ado yang menyapaku dari belakang.

“ini lagi mencari inspirasi buat merangkai puisi”, jawab ku

“emang dapat inspirasi apaan tadi tentang apa ,pasti tentang persahabatan” Tanya Ado .

“haha. . persahabatan ya pasti dan yang lebih utama adalah tentang cita cita dan masa depan lah.” jawab ku.

“Memangnya cita cita mu apa” ? Tanya Ado .

 “cita cita ku adalah menjadi petani . melanjutkan pekerjaan bapak dan ibu ku di kampung. dengaan ilmu dan pengetahuan yang di berikan oleh dosen, khusus nya di institute pertania bogor, saya akan mengembangkan sumber daya-sumber daya yang ada di bumi pertiwi ini dengan kemampuan dan keilmuan yang aku tempuh saat ini” jawab ku.

“Weee. . . . keren semangat ya san. hati ku merasa tergugah saat kamu mengungkapkan kalimat-kalimat tersebut kayak ada sentuhan gitu. Jadi aku mulai tau bahwa peran pemudah ada di tangan kita, peran bangsa ada di genggaman kita .maka aku sebagai mahasiswa. harus mampu berkontribusi bagi Negara sebagai upaya dharma bakti kepada ibu pertiwi”. Tutur Ado. Batin ku menggerutu.


“aku bertekad, sebelum menginjak semester lima ini aku akan bersungguh sungguh dalam perkuliahan, organisasi dan kegiatan kampus yang lainnya. Guna menambah wawasan pengetahuan, mengasah ke-intelektual-an ku. apalagi aku termasuk Presma di kampus ku, dan Ado sebagai wakil presma. huu. . . bener-bener dari sekolah dasar hingga kini selalu dengan Ado”.

“Baiklah do kita tuntaskan gerbang perkuliahan ini dengan tujuan pengabdian diri pada ibu pertiwi”. Seru ku kepada Ado sambil senyum dengan wajah garang.

“tapi sebelumnya kita ngerefresh pikiran, menenangkan suasana dan menjauhkan diri dari tumpukan buku-buku menjengkel kan ini”. Seru ku kepada Ado dengan wajah lesu.

“Tapi Ngomong-ngomong kamu mau liburan kemana do?”. Tanya ku.

“Kita tawarin dulu ke teman yang lain siapa tau banyak yang mau ikut, lalu kita rundingkan bersama dengan pembentukan panitia serta akomodasi dan logistik buat per-orang, oke ”. jawab Ado.

”Oke siap bos, yuk jalan cari temen-temen yang lain”. Jawab ku dengan wajah semangat dan ceria.


“Kok rame banget si padahal tadi di perpus sepi, lengah dan jalan pun dapat ku lewati dengan nyaman ndak sesak kayak gini” di area kampus ku .

kayak nya suasana semakin ramai, para undangan berbondong-bondong tuk menempati kursi yang di sediakan dengan menikmati sajian acara di sisipi foto-foto bersama sebagai dokumentasi kenangan sarjana dengan keluarga besarnya. Memang indah dan bahagia masa muda itu, tetapi aku punya jalan dan cara sendiri untuk mencapai gelar sarjana ku. Bukannya iri atau apa pada kakak-kakak kelas ku yang wisuda hari ini cuman aku janggal untuk menyingkapi perjalanan seorang sarjana

Aaah.,.,.sudah lah lagian aku ndak mau ikut campur perjalanan seseorang dan ndak mau berfikir dalam tentang sarjana, lagi pula ini waktu ku liburan dan senang-senang bersama teman-teman ku. Lepaskan beban, lepaskan semua yang membelenggu. Karena aku sudah cukup lama fakum dari dunia pencinta alam .ini kesempatan ku tak akan ku sia-sia kan libur panjang ini. Apa lagi wisata yang ada di negri ku sangat indah, memikat hati masyarakat bahkan kaum barat atau turis berbondong-bondong mengunjungi destinasi-destinasi yang ada di negri ku. Lebih mudahnya yang paling populer adalah pantai kutai di bali, raja ampat di papua dan gunung bromo di malang. Masih banyak lagi tempat-tempat yang belum ku sebutkan sebagai tempat liburan ku, tapi ya. . mau nya mendaki gunung biar agak greget, masa tugas kampus doang yang greget ? liburan pun harus ada tantangan

dong. Mungkin aku akan pergi ke gunung bromo dengan teman-teman ku, aku pun sudah mencari informasi akan destinasi yang aku kunjungi ,misal di medsos atau dengan teman ku yang berada di sana sekarang .maka dari itu aku akan memberikan info ini kepada teman-teman ku di kampus.

Gunung bromo tempatnya di malang, memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Tentunya di setiap perjalanan akan dapat meliat pemandangan yang indah sekalian mencermati budaya-budaya yang ada di daerah sekitar gunung bromo serta keadaan perekonomian masyarakatnya ,karna hidup di lereng kebanyakan warga setempat memiliki pekerjaan sebagai  petani holikultur, pemandu wisata, dan penjual souvenir. Destinasi ini kerap kali memancarkan sinar sunrise, mata terbelalak ketika melihat anggunnya engkau terbit , ayu nya engkau membuat indra terjerat kehangatan ,seakan-akan kau menelanjangi ku

dengan pesona mu. Sebagian para wisata juga mengunjungi padang savana atau bukit teletubis. Meskipun hanya itu yang dapat ku mengerti, tetapi instrument tubuh ku bergejolak ingin mendatanginya dan menyaksikan dengan mata telanjang, tanpa ada kata lelah bila suguhan mu memikat , paparku kepada teman-teman kelas.

Meskipun banyak destinasi yang berada di malang tetapi tempat yang populer atau terhits adalah destinasi gunung bromo. Kami pun berlibur bersama dan bermalam. Menikmati bintang di langit dengan dinginnya kaki tetap melangkah. Jangan lupa bahwa cuaca/keadaan sangat mempengaruhi pengunjung disarankan membawa mantel, jaket tebal dan sepatu boot. yang penting ceria menikmati weekend. Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan sepenggal cerita destinasi gunung bromo dan selamat menikmati bagi yang akan mengunjungi.

1 komentar:

  1. Cerita nys koherrn dari atas ke bawah. Hal ini menyadarkan ku penting nya liburan untuk menghilankan penat sejenak. Akan tetapi banyak orang dan aku sering membahas persoalan saat whekeend hal itu sepele sampai sering di bahas. Di sisi lain aku mementik sesuatu cerita di atas bahwa aku harus bisa memetakan ruang dan waktu dan Dan bisa memilah kapan harus membahas dan kapan untuk menyimpan nya.

    Terimakasih atas pengalaman nya di kontekstualnya

    Semoga Bisa menginpirasi semua orang yang telah membacanya. Sukses selalu kak

    BalasHapus