Satu bulan mengenang kemerdekaan Republik Indonesia

 

BAGIAN 5

Mengenang jasa-jasa pahlawan di bulan Agustus mengingatkan ku pada pelajaran sejarah. Kemerdekaan republic Indonesia menjadi titik perjuangan merebut kekuasaan colonialism-imperialism. Ratusan tahun pri bumi mengalami penjajahan, terpenjarah, dan penindasan yang di lakukan oleh bangsa asing. Sudah tidak dapat disebutkan berapa jumlah nyawa yang hilang, korban yang gugur dalam peristiwa penjajahan - kemerdekaan. Ingatan ku terus bergejolak mewarnai perjalanan ku di atas ring besi tua menjalur di tiap-tiap stasiun kota, sore itu. Memikirkan bagaimana perjuangan pahlawan-pahlawan melawan penjajah ratusan tahun lamanya, apa tidak putus asa, apa tidak ada strategi praktis, dan apa dulu memang SDM dibawah rata-rata. Pertanyaan ku semakin menjalar kemana-mana mempertanyakan perlawanan pri bumi yang terjajah ratusan tahun lamanya, mengapa.! Sudah cukup, jangan membawa ku pada paradigma pri bumi bodoh.

Cobalah amati – pahami upaya yang dilakukan pri bumi, memang masih bersifat kedaerahan, namun konsolidasi yang dilakukan mereka tak akan gentar, olehnya dibawah ke meja konsolidasi menuai kesepakatan persamaan yang sama dan mempunyai pemikiran yang sama untuk mengusir bangsa asing dari tanah pertiwi. Persatuan perlawanan di galakkan menyusuri pelosok negri, kita berjuang melawan penjajahan ini harus bersama-sama, karena bukan daerah mu saja! Daerah ku juga, daerah kami juga, daerah dia dan mereka juga. Kesadaran akan satu rasa, satu bangsa tumbuh dalam benak hati, kalau kita ini harus bersatu, bersatu, dan bersatu, walau dengan latar belakang yang berbeda, walau dengan keberagaman suku dan adat berbeda.! “fisualisasi ku tentang konfrontasi kala itu”. Semilir angin menerjang ilalang bertebaran kemari mencari lawan tanding, oh ini rumput gajah, oh tidak ini rumput semut, akan kah bersahabat gajah dan semut…. Ternyata mereka berdua saling bersua hingga menyaksikan, ini lah matahari ku.

Tiba di stasiun tujuan ucapan-ucapan Selamat …selamat hari kemerdekaan terpampang jelas di di depan "Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Indonesia Maju". semarak partisipasi ini memang harus di apresiasi sebagai semangat kebangsaan, lebih lagi dapat mencerminkan kemerdekaaan/kebebasan, berdiri sendiri, tidak tertekan dari tuntunan pihak tertentu. Di sisi lain bendera-bendera/umbul-umbul berkelebat mewarnai pandangan sepanjang jalan, hiasan lampu mini berkelip-kelip memadu warna, indahnya.... malam peringatan kemerdekaan.

Hari minggu liburan apa dirumah saja

BAGIAN 4

    Menikmati hari libur sekolah bersama keluarga menjadi tradisi yang sering dilakukan oleh kebanyakan anak milineal atau generasi Z. Tepatnya hari minggu yang khas dengan suasana kemacetan di jalan raya,bukan cuma di jalan raya, di tempat wisata misalnya : gunung bromo, kawah ijen, pantai klayar dan wisata bahari lamongan (WBL) pengunjung meluber dan membludak. Pengunjung berdatangan memadati rest area yang disediakan oleh pengelolah wisata. Melihat antusias tersebut membawa ia kedalam dunia kebahagiaan bersama keluarga, bersamaan hari itu menjadi momentum di usianya merasakan alam liar yang terus berputar menyelimuti akan kesenangan yang harus di berikan oleh setiap oran tua. Tidak heran bila kita menjumpainya di  gandeng orang tua berjalan melihat wahana yang di suguhkan. 

    Melihat lihat wahana menjadi hal yang berkesan bila di temani orang tua dan memberikan pelajaran maupun cerita mengenai apa yang dilihatnya. Mengamati hewan, membaca diskripsi hewan dan bergumam “Oh jadi ini kandang monyet, besar yah, monyetnya kok gendong anaknya sambil makan pisang, berlari dan bergelantungan”. Setiap pengunjung datang memberinya makan, kadang buah-buahan seperti pisang, semangka, dan kacang. Jadi kalo monyet melihat pengunung membawa makanan ia akan mengejarnya dan mendekatinya. 

    Ya. . . .belajar bersama alam memang menyenangkan dan menambah wawasan pengetahuan secara empiris mengenai hewan monyet yang ada di kebun binatang. Belajar tidak harus di tempat sekolah saja, namun bisa dimana saja itu adalah belajar.