Tampilkan postingan dengan label Manusia Super. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manusia Super. Tampilkan semua postingan

PERTEMUAN MANUSIA-MANUSIA SUPER DI ALAM GAIB

GUSDUR SHOW

"Gimana bapak Baharudin Lopa, sudah bisa menerima alasan sama," kata Prabu Hayam Wuruk.

"Sampun mangertos, gusti prabu Hayam Wuruk," jawab Baharudin Lopa.

"Barangkali ada pendapat yang lain dari panjenengan," sambung Prabu Hayam Wuruk

"Ada kanjeng Prabu," jawab Gajah Mada

"Silakan!" jawab Prabu Hayam Wuruk lagi. 

"Ketika beliau GUSDUR jadi presiden KE 4 di nuswantara, yang akan segera mau di lengserkan, lewat sidang Istimewa, saya lah yg bela mati-matian pada beliau nya, dengan argumen -argumen agar tidak terjadi impectment pada GUSDUR, di hadapan para ketua wakil rakyat Nuswantara, saya meyakinkan pada mereka, bahwa beliau nya Gusdur tidak mempunyai dosa -dosa apa -apa dan salah apa -apa, orang sepintar beliau, sebaik beliau harus di lengserkan dari jabatan Presiden. 

"Seperti ada kekuatan besar dan jahat, Gusdur harus lengser jadi Presiden, ujar Baharudin Lopa."

"Owh begitu, mumpung beliau nya Gusdur ada disini, barangkali bisa menjelaskan nya. 

"Gimana bapak Gusdur, sudah siap menjelaskan?', tanya Prabu Hayam Wuruk pada Kyai Haji Abdurohman Wakhid."

"Oke siap," jawab Gusdur.

    Dari awal saya jadi Presiden, tidak timbul dari kemauan saya sendiri, 'jadi pemimpin atau presiden tanggungannya nanti berat sekali di kehidupan akherat, apalagi pemimpin itu tidak memberi manfaat pada rakyat yang di pimpin nya, sebaliknya pemimpin itu atau presiden itu bertindak zalim dan kejam sama rakyat yang dipimpinnya', kelak kalau sudah mati di dasar neraka jahanam lah tempat nya. Berat, berat sekali pertanggung jawabannya, karena situasi negara lagi krisis, saya di dorong dan di dukung para Kyai sepuh, untuk tampil mencalonkan diri jadi Presiden, karena ini amanah. 

    Setelah saya terpilih dan di lantik jadi Presiden. Kesempatan ini saya gunakan sebaik -baik nya, untuk mengabdi, memberi pelayanan yg terbaik untuk rakyat Nuswantara. Serta bagaimana caranya menyenangkan hati semua rakyat Nuswantara, bagaimana tidak hidup di negeri yang kaya raya sumber kekayaan alamnya, tetapi di mana - mana banyak rakyat masih hidup dalam kemiskinan, sudah lama sekali rakyat Nuswantara hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan.

    Tiga ratus tahun di jajah Belanda, lalu di jajah Jepang tiga setengah tahun, kemudian merdeka, di dera banyak pergolakan -pergolakan, tidak bisa menikmati arti sebuah kemerdekaan, karena sumber - sumber kekayaan alam masih banyak di kelola asing dan rakyat tetap tidak kebagian apa -apa, hanya para pejabat nya yang dapat bagian yang lebih banyak dengan cara korupsi dan manipulasi, 'setelah saya jadi Presiden saya tegak kan aturan, hukum saya tegak kan, bagi pejabat yang korupsi saya suruh kembalikan uangnya, hak -hak rakyat saya penuhi, tambang -tambang, dan hutan -hutan biar rakyat yang kelola, jangan sampai kekayaan alam hanya di kuasai oleh hanya segelintir rakyat Nuswantara', biarlah rakyat yang menguasai, karena 'undang -undang dasar kita mengatakan sumber kekayaan alam, harus di gunakan dan di manfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Nuswantara', tetapi kenyataan nya, sumber - sumber kekayaan itu dikelola oleh asing yang kerjasama dengan pejabat dan banyak yang di korupsi. 

    Tujuan saya jadi Presiden, berkeinginan untuk merubah situasi seperti itu, sebelum tujuan saya tercapai, berbagai macam hujatan dan fitnah serta berbagai macam demo datang pada saya, intinya saya harus turun jadi Presiden Nuswantara. Jawaban saya tetap begitu aja kok repot, ujar Gusdur.

"Owh begitu Gusdur," kata Prabu Hayam Wuruk

"Ada yang bertanya atau beri pendapat yang lain.

"Kalau tidak Ada diskusi pertemuan malam ini akan segera saya tutup, kita lanjutkan pada pertemuan minggu depan, dengan tema yg sama, sambung Prabu Hayam Wuruk."

                                                                                                                                    BERSAMBUNG. . . . .

Penulis : Tony Fadlun Indemun

Editor :Doni andriani

 

PERTEMUAN MANUSIA-MANUSIA SUPER DI ALAM GAIB

DI AKHIR JAMAN JAMAN PENUH KEBOHONGAN, JANGAN MUDAH PERCAYA DENGAN PEMIMPIN

    Seperti biasanya Maha patih Gajah Mada, sudah bangun pagi -pagi benar guna menyiapkan rapat pertemuan, yang akan di selenggarakan hari ini. Tidak beberapa lama, Sang Prabu Hayam Wuruk datang, menghampiri Patih Gajah Mada, dan bertanya,
 
"Gimana Dinda Patih Gajah Mada cuaca hari ini, apakah amat cerah Dinda? Atau ada mendung yang akan hujan, sehingga pertemuan nanti para hadirin perlu kita jamu, sajian makanan yg hangat -hangat Dinda! Agar tamu kita yang hadir kerasan dan lama -lama ngobrol disini," Kata Hayam wuruk.
 
"Iya, saya setuju dengan pendapat kakanda prabu," jawab Patih Gajah Mada. 
 
"Coba lihat di ruang pertemuan sudah banyak yang hadir Dinda, mari kita pergi kesana," Sambung Prabu Hayam Wuruk.
 
Patih Gajah Mada berjalan di samping Sang prabu Hayam Wuruk, dengan di ikuti beberapa orang pengawal. Sesampai di mimbar, prabu Hayam Wuruk, mengucapkan salam kepada semua yang hadir,
 
"Selamat malam semua nya, Assalamualaikum wr.wb," Salam Prabu Hayam Wuruk.
 
"Wa'alaikum salam wr.wb," Jawab, semua hadirin yang ada di ruang pertemuan.
 
   Sudah tiga bulan lebih kita tidak adakan pertemuan, maka atas undangan yang saya lewatkan patih Gajah Mada, jenengan para bapak -bapak, ibu -ibu saya undang lagi di pertemuan ini. Saya prihatin sekali dengan perkembangan kehidupan di 'Mayapada' dan khusus nya negeri 'Nuswantara', dimana tinggal cucu -cucu kita, cicit -cicit kita turunan kita yang di landa pagebluk korona Atau pandemi covid 19 yang sampai saat ini, sudah satu tahun lebih tidak berkesudahan, malah semakin ganas dan merajalela, maka dari itu saya minta urun rembug Atau pendapat nya, dari semuanya yg hadir disini, "Kata, Sambutan Sang prabu Hayam Wuruk."
 
    Di jaman saya, ketika ada pagebluk, satu hari, dua hari saya selidiki sendiri, dan saya berdo'a kepada Sang Hyang Widhi, minta petunjuk, apa penyebab nya dan siapa yang menyebabkan penyakit ini. karena kebiasaan para senopati Atau para hulu balang kerajaan yg tidak kesampaian hasratnya Atau cita - cita serta cinta nya pada putri raja tidak kesampaian Atau di tolak lalu mereka ambil jalan pintas datang ke dukun sakti, minta Sang putri yang tidak mau di lamar di berikan wabah penyakit yang tidak bisa di sembuhkan, kecuali orang yang sakti yang bisa menyembuhkan nya, dan itu saja, penduduk di sekitarnya juga banyak yang mati karena tertular wabah itu, Dua minggu tetap tidak ada perubahan, lalu saya panggil orang -orang sakti yang ada di kerajaan, saya kumpulkan, untuk menelusuri jejak mereka - biang pembuat wabah itu. Istilah sekarang 'long long ago', tapi di jaman now, berbeda sekali, jaman masyarakat yg individualis, materialistis, kau sakit, sakit lah sendiri, kau mati, matilah sendiri yang penting, aku, keluarga kelompokku tetap happy -happy aja. Jangankan orang memikirkan orang lain, pemimpin saja sudah tidak lagi memikirkan rakyat yang di pimpin nya, biarkan mereka mati, yang pentiing tujuan saya jadi pemimpin tercapai, visi dan misi yang penting sukses.
 
"Sampai disini ada yang bertanya dan beri pendapat," Kata Prabu Hayam Wuruk.

"Ada kanjeng prabu." kata salah anggota yang hadir.

"Sebutkan nama dan dari organisasi apa!" Sela Prabu hayam Wuruk.

Perkenalkan nama saya Maulana Iskhaq asal saya dari negeri Syam, saya masih saudara dari Sunan Ampel denta, saya tidak bertanya pada paduka kanjeng Prabu Hayam Wuruk, tetapi saya mempunyai pengalaman pribadi tentang pagebluk atau pandemi yg melanda kehidupan di mayapada sekarang ini. "Kata Maulana Iskhaq."

"Monggo silakan pak kyai Maulana Iskhaq," Kata Prabu Hayam Wuruk. 

"Terima kasih, Sang Prabu," Kata Maulana Iskhaq, 

    Begini ceritanya, setelah saya di tinggal Umi dan Abi kembali kehadirat Alloh SWT, saya jadi hidup sendirian, beberapa tahun baru saya masih ingat, bahwa saya masih punya kakak saudara yang lama sekali pergi merantau ke timur jauh tinggal di negeri nuswantara, kakanda saya penyebar Agama Islam yang tersohor dengan sebutan Sunan Ampel. Saya jadi rindu ingin membantu perjuangan kakanda dalam menyebarkan Agama Islam, maka pergilah saya ke tanah Jawa. 

    Sesampainya di sana, kakanda Sunan Ampel, bilang, kalau adinda ingin bantu kakang pergilah ke timur ke negeri blambangan di sana kehidupan masyarakat masih belum masuk Islam, masih ke hindu -hinduan, maka pergilah saya kesana, tidak langsung menuju ke kerajaan, karena di sana di kerajaan lagi di landa wabah pagebluk, lalu saya sengaja tinggal di sekitar alas purwo, kira -kira 40 km dari blambangan. 

    Selang berapa bulan ada sayembara dari kerajaan blambangan, Barangsiapa yg bisa menyembuhkan Sang putri raja yang lagi sakit kena wabah, kalau laki -laki akan dijadikan suaminya, kalau perempuan akan saudara nya, begitu mendengar berita itu Maulana Iskhaq sangat gembira dan mengikuti sayembara itu. Dengan satu syarat dari Maulana Iskhaq pada Sang Raja, bila Sang putri sembuh harus masuk Islam sebagai Agama nya, dan atas karunia Alloh SWT Sang putri sembuh dan masuk Agama Islam, dan Agama Islam mulai menyebar terus sampai sekarang di negeri blambangan (Banyuwangi).  

BERSAMBUNG....

Penulis : Tony Fadlun Indemun

Editor : Kurniawan