Malam itu menjadi untaian kata dari salah satu teman, berkata inti pendidikan di indonesia tidak jelas di kerucutkan kemana. Kita dengarkan dulu keterangannya mengapa dia merasa di bodohi oleh sistem pendidikan indonesia. tentunya ini merupakan pengalaman dari jenjang sekolah dan lebih lagi proses berfikirnya. Menakar sebuah pembelajaran dan perbandingan antara sistem pendidikan adalah hal yang harus diketahui, yang merupakan ke-ingintahuannya karena ia menganggap semua yang di peroleh dari bangku sekolah tidak memuaskan dalam arti upaya mendidik, katakanlah ada 30 siswa dalam satu ruangan kelas, di berikan pelajaran yang sama dan harus bisa dapat nilai tinggi, di sisi lain siswa harus pintar semua mata pelajaran.
"Pikir ku, apanya yang gak jelas kerucutnya. emang kerucut itu bangun ruang". ketawa dalem hati!
Berbusa-busa ia meneruskan, mengeluarkan jurus andalannya...."Aku kasih analogi ada harimau, kelinci, ular dan ikan, semua hewan di
suruh memanjat pohon apa yang terjadi, si ikan ini tidak bisa memanjat
pohon dan akan bodoh se-umur hidup". Padahal siswa memiliki potensi yang berbeda, kemampuan yang berbeda, karakter yang berbeda. Seharusnya pendidik memberikan pemahaman nilai-nilai kemanusiaan. Jika nilai-nilai itu tidak di ajarkan apa yang terjadi...siswa akan menjadi bodoh dan siswa jarang masuk
sekolah, tidak ada semangat untuk belajar,
"Loh....logis si analoginya, tapi mengapa ia menyamakan siswa dengan hewan, otak ini terhanyut ke dalam pemikirannya, harusnya ane kontra", pikir ku....!
Siswa mengerjakan sesuatu di karena kan mereka suka bukan di suruh berbeda dengan pendidikan di negara maju di umur 3-5 (,TK ) siswa di suruh bermain sekolah dasar (SD) siswa baru di ajaran membaca dan menulis sekolah menengah pertama (SMP)- sekolah menengah atas (SMA) di ajar kan minat bakat bukan semua mata pelajaran hanya satu mata pelajaran yaitu bela negara
Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang dan bisa bersaing di kancah internasional.dan guru bukan jadikan profesi guru haruslah di jadikan pengabdian.Selama aku sekolah dari jenjang tk-sd-smp-sma dan kuliah aku di bodohi oleh pendidikan di Indonesia kenapa aku berfikir dan yakin aku mengatakan hal ini kerena pendidikan di Indonesia tidak jelas di kerucutkan kemana.