PERTEMUAN MANUSIA-MANUSIA SUPER DI ALAM GAIB

GUSDUR SHOW

"Gimana bapak Baharudin Lopa, sudah bisa menerima alasan sama," kata Prabu Hayam Wuruk.

"Sampun mangertos, gusti prabu Hayam Wuruk," jawab Baharudin Lopa.

"Barangkali ada pendapat yang lain dari panjenengan," sambung Prabu Hayam Wuruk

"Ada kanjeng Prabu," jawab Gajah Mada

"Silakan!" jawab Prabu Hayam Wuruk lagi. 

"Ketika beliau GUSDUR jadi presiden KE 4 di nuswantara, yang akan segera mau di lengserkan, lewat sidang Istimewa, saya lah yg bela mati-matian pada beliau nya, dengan argumen -argumen agar tidak terjadi impectment pada GUSDUR, di hadapan para ketua wakil rakyat Nuswantara, saya meyakinkan pada mereka, bahwa beliau nya Gusdur tidak mempunyai dosa -dosa apa -apa dan salah apa -apa, orang sepintar beliau, sebaik beliau harus di lengserkan dari jabatan Presiden. 

"Seperti ada kekuatan besar dan jahat, Gusdur harus lengser jadi Presiden, ujar Baharudin Lopa."

"Owh begitu, mumpung beliau nya Gusdur ada disini, barangkali bisa menjelaskan nya. 

"Gimana bapak Gusdur, sudah siap menjelaskan?', tanya Prabu Hayam Wuruk pada Kyai Haji Abdurohman Wakhid."

"Oke siap," jawab Gusdur.

    Dari awal saya jadi Presiden, tidak timbul dari kemauan saya sendiri, 'jadi pemimpin atau presiden tanggungannya nanti berat sekali di kehidupan akherat, apalagi pemimpin itu tidak memberi manfaat pada rakyat yang di pimpin nya, sebaliknya pemimpin itu atau presiden itu bertindak zalim dan kejam sama rakyat yang dipimpinnya', kelak kalau sudah mati di dasar neraka jahanam lah tempat nya. Berat, berat sekali pertanggung jawabannya, karena situasi negara lagi krisis, saya di dorong dan di dukung para Kyai sepuh, untuk tampil mencalonkan diri jadi Presiden, karena ini amanah. 

    Setelah saya terpilih dan di lantik jadi Presiden. Kesempatan ini saya gunakan sebaik -baik nya, untuk mengabdi, memberi pelayanan yg terbaik untuk rakyat Nuswantara. Serta bagaimana caranya menyenangkan hati semua rakyat Nuswantara, bagaimana tidak hidup di negeri yang kaya raya sumber kekayaan alamnya, tetapi di mana - mana banyak rakyat masih hidup dalam kemiskinan, sudah lama sekali rakyat Nuswantara hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan.

    Tiga ratus tahun di jajah Belanda, lalu di jajah Jepang tiga setengah tahun, kemudian merdeka, di dera banyak pergolakan -pergolakan, tidak bisa menikmati arti sebuah kemerdekaan, karena sumber - sumber kekayaan alam masih banyak di kelola asing dan rakyat tetap tidak kebagian apa -apa, hanya para pejabat nya yang dapat bagian yang lebih banyak dengan cara korupsi dan manipulasi, 'setelah saya jadi Presiden saya tegak kan aturan, hukum saya tegak kan, bagi pejabat yang korupsi saya suruh kembalikan uangnya, hak -hak rakyat saya penuhi, tambang -tambang, dan hutan -hutan biar rakyat yang kelola, jangan sampai kekayaan alam hanya di kuasai oleh hanya segelintir rakyat Nuswantara', biarlah rakyat yang menguasai, karena 'undang -undang dasar kita mengatakan sumber kekayaan alam, harus di gunakan dan di manfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Nuswantara', tetapi kenyataan nya, sumber - sumber kekayaan itu dikelola oleh asing yang kerjasama dengan pejabat dan banyak yang di korupsi. 

    Tujuan saya jadi Presiden, berkeinginan untuk merubah situasi seperti itu, sebelum tujuan saya tercapai, berbagai macam hujatan dan fitnah serta berbagai macam demo datang pada saya, intinya saya harus turun jadi Presiden Nuswantara. Jawaban saya tetap begitu aja kok repot, ujar Gusdur.

"Owh begitu Gusdur," kata Prabu Hayam Wuruk

"Ada yang bertanya atau beri pendapat yang lain.

"Kalau tidak Ada diskusi pertemuan malam ini akan segera saya tutup, kita lanjutkan pada pertemuan minggu depan, dengan tema yg sama, sambung Prabu Hayam Wuruk."

                                                                                                                                    BERSAMBUNG. . . . .

Penulis : Tony Fadlun Indemun

Editor :Doni andriani

 

Refleksi history : Pentingnya peran guru

     Wacana publik yang terlanjur beredar di kalangan masyarakat awam menjadi stigma hitam putih, bahwa informasi yang ia peroleh sukar untuk di terjemahkan dengan bahasa ilmiah, karena sesuatu hal yang ia anggap benar ya benar, namun lupa untuk menyaring sampai pada kebenaran yang ia cari. Supaya ia dapat memahmi suatu istilah, maka hendaklah ia membaca untuk menggunakan segala potensi indrawinya, dengan panca indra kita dapat empirism, dengan akal kita dapat rasionalsm. Katakanlah istilah profesi, saya tanya apa itu profesi, maka seseorang itu akan menjelaskan terlebih dulu pengertian profesi. Namun wacana yang terekspose tipologi profesi. Yakni, di dunia ini hanya ada dua profesi: guru dan non guru. Padahal, banyak profesi lainnya yang turut memberi sumbangan berharga pada peradaban umat manusia. Sebut saja, para peneliti misalnya. Mereka tergolong kaum intektual yang bekerja keras menghasilkan berbagai temuan dan berperan mengembangkan kemajuan ilmu pengetahuan. Diantara mereka ada yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bergengsi tingkat internasional.

    Temuan-temuannya banyak membantu mengatasi masalah kehidupan hingga turut merubah peradaban. Guru merupakan suatu pekerjaan yang mulia. Apabila, para guru melakukan tugasnya secara ikhlas dan berdasarkan suara hatinya, maka mereka sudah memiliki “tiket masuk surga”Apabila, guru dalam mendidik muridnya dilandasi dengan kasih sayang, maka mereka juga akan mendapat tambahan bonus dicintai oleh para muridnya. Dengan demikian, guru yang baik akan memperoleh tiga “gaji” sekaligus. Yaitu, “gaji” ekonomis (uang), “gaji” teologis (amal ibadah), dan “gaji” sosial (kesan dan ingatan yang baik dari para muridnya, paling tidak didoakan).

    Sejarah bangsa Jepang memberikan kita pelajaran berharga terkait profesi guru. Di kala kota Hirosimma dan Nagasaki dijatuhi Bom Atom oleh tentara sekutu pada 9 Agustus 1945, yang menewaskan ratusan ribu penduduk kedua kota itu, pertanyaan yang dilontar Kaisar Hirohito bukanlah berapa tentara yang masih hidup. Tetapi, berapa jumlah guru yang tersisa dan dapat diperankan membangun peradabannya. Fenomena historis ini menunjukan bahwa guru memiliki status dan peran yang sangat terhormat dalam suatu bangsa. Di sisi yang lain,menujukan bahwa cara berpikir seorang pemimpin bangsa harus jauh ke depan dengan meletakkan peran penting aspek pendidikan, sekaligus menjadikan guru sebagai ujung
tombaknya.

    Pentingnya kepedulian terhadap aspek pendidikan juga ditegaskan dalam ajaran teologis. Sering kita dengar pernyataan yang diimitasi dari pandangan John Locke bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih (tabula rasa). Karena itu, anak harus dididik dengancara mengisi kertas putih itu dengan pengetahuan sarat manfaat. Bahwa setiap anak memiliki potensi multikecerdasan yang harus dibantu pengembangannya melalui pendidikan, sehingga bisa berkembang optimal. Van Eukul dan Kellog, Antropolog, telah melakukan penelitian terhadap anak manusia yang dibiarkan hidup diasuh oleh seekor binatang. Hasilnya, anak tersebut tidak mampu berkembang sebagaimana“manusia” umumnya anak itu berperilaku seperti biantang, human being-nya tidak bisa berkembang. Anak manusia hanya akan menjadi “manusia” apabila dia hidup dan dididik dalam lingkungan masyarakat. Dalam agama ditegaskan bahwacmendidik anak merupakan kewajiban orang tua yang diperintahkan oleh tuhannya. Pada masyarakat modern yang ditandai dengan menguatnya ideologi kapitalisme, tentu saja pendidikan menjadi sarana utama untuk memanusiakan manusia agar terbebas dari paham yang cenderung dehumanis tersebut. Pendidikan adalah sarana mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    Di tengah kontestasi global yang mulai mengakar hingga ke dunia berkembang, tampaknya kemajuan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh banyaknya sumber daya alam, melainkan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, bangsa yang maju sering menempatkan pendidikan menjadi bagian utama dalam proses pembangunan dengan memberikan anggaran yang lebih (extra founding) dibandingkan bidang-bidang lainnya.

 

Penulis : Maulana Zaky

Editor : Kurniawan

PERTEMUAN MANUSIA-MANUSIA SUPER DI ALAM GAIB

DI AKHIR JAMAN JAMAN PENUH KEBOHONGAN, JANGAN MUDAH PERCAYA DENGAN PEMIMPIN

    Seperti biasanya Maha patih Gajah Mada, sudah bangun pagi -pagi benar guna menyiapkan rapat pertemuan, yang akan di selenggarakan hari ini. Tidak beberapa lama, Sang Prabu Hayam Wuruk datang, menghampiri Patih Gajah Mada, dan bertanya,
 
"Gimana Dinda Patih Gajah Mada cuaca hari ini, apakah amat cerah Dinda? Atau ada mendung yang akan hujan, sehingga pertemuan nanti para hadirin perlu kita jamu, sajian makanan yg hangat -hangat Dinda! Agar tamu kita yang hadir kerasan dan lama -lama ngobrol disini," Kata Hayam wuruk.
 
"Iya, saya setuju dengan pendapat kakanda prabu," jawab Patih Gajah Mada. 
 
"Coba lihat di ruang pertemuan sudah banyak yang hadir Dinda, mari kita pergi kesana," Sambung Prabu Hayam Wuruk.
 
Patih Gajah Mada berjalan di samping Sang prabu Hayam Wuruk, dengan di ikuti beberapa orang pengawal. Sesampai di mimbar, prabu Hayam Wuruk, mengucapkan salam kepada semua yang hadir,
 
"Selamat malam semua nya, Assalamualaikum wr.wb," Salam Prabu Hayam Wuruk.
 
"Wa'alaikum salam wr.wb," Jawab, semua hadirin yang ada di ruang pertemuan.
 
   Sudah tiga bulan lebih kita tidak adakan pertemuan, maka atas undangan yang saya lewatkan patih Gajah Mada, jenengan para bapak -bapak, ibu -ibu saya undang lagi di pertemuan ini. Saya prihatin sekali dengan perkembangan kehidupan di 'Mayapada' dan khusus nya negeri 'Nuswantara', dimana tinggal cucu -cucu kita, cicit -cicit kita turunan kita yang di landa pagebluk korona Atau pandemi covid 19 yang sampai saat ini, sudah satu tahun lebih tidak berkesudahan, malah semakin ganas dan merajalela, maka dari itu saya minta urun rembug Atau pendapat nya, dari semuanya yg hadir disini, "Kata, Sambutan Sang prabu Hayam Wuruk."
 
    Di jaman saya, ketika ada pagebluk, satu hari, dua hari saya selidiki sendiri, dan saya berdo'a kepada Sang Hyang Widhi, minta petunjuk, apa penyebab nya dan siapa yang menyebabkan penyakit ini. karena kebiasaan para senopati Atau para hulu balang kerajaan yg tidak kesampaian hasratnya Atau cita - cita serta cinta nya pada putri raja tidak kesampaian Atau di tolak lalu mereka ambil jalan pintas datang ke dukun sakti, minta Sang putri yang tidak mau di lamar di berikan wabah penyakit yang tidak bisa di sembuhkan, kecuali orang yang sakti yang bisa menyembuhkan nya, dan itu saja, penduduk di sekitarnya juga banyak yang mati karena tertular wabah itu, Dua minggu tetap tidak ada perubahan, lalu saya panggil orang -orang sakti yang ada di kerajaan, saya kumpulkan, untuk menelusuri jejak mereka - biang pembuat wabah itu. Istilah sekarang 'long long ago', tapi di jaman now, berbeda sekali, jaman masyarakat yg individualis, materialistis, kau sakit, sakit lah sendiri, kau mati, matilah sendiri yang penting, aku, keluarga kelompokku tetap happy -happy aja. Jangankan orang memikirkan orang lain, pemimpin saja sudah tidak lagi memikirkan rakyat yang di pimpin nya, biarkan mereka mati, yang pentiing tujuan saya jadi pemimpin tercapai, visi dan misi yang penting sukses.
 
"Sampai disini ada yang bertanya dan beri pendapat," Kata Prabu Hayam Wuruk.

"Ada kanjeng prabu." kata salah anggota yang hadir.

"Sebutkan nama dan dari organisasi apa!" Sela Prabu hayam Wuruk.

Perkenalkan nama saya Maulana Iskhaq asal saya dari negeri Syam, saya masih saudara dari Sunan Ampel denta, saya tidak bertanya pada paduka kanjeng Prabu Hayam Wuruk, tetapi saya mempunyai pengalaman pribadi tentang pagebluk atau pandemi yg melanda kehidupan di mayapada sekarang ini. "Kata Maulana Iskhaq."

"Monggo silakan pak kyai Maulana Iskhaq," Kata Prabu Hayam Wuruk. 

"Terima kasih, Sang Prabu," Kata Maulana Iskhaq, 

    Begini ceritanya, setelah saya di tinggal Umi dan Abi kembali kehadirat Alloh SWT, saya jadi hidup sendirian, beberapa tahun baru saya masih ingat, bahwa saya masih punya kakak saudara yang lama sekali pergi merantau ke timur jauh tinggal di negeri nuswantara, kakanda saya penyebar Agama Islam yang tersohor dengan sebutan Sunan Ampel. Saya jadi rindu ingin membantu perjuangan kakanda dalam menyebarkan Agama Islam, maka pergilah saya ke tanah Jawa. 

    Sesampainya di sana, kakanda Sunan Ampel, bilang, kalau adinda ingin bantu kakang pergilah ke timur ke negeri blambangan di sana kehidupan masyarakat masih belum masuk Islam, masih ke hindu -hinduan, maka pergilah saya kesana, tidak langsung menuju ke kerajaan, karena di sana di kerajaan lagi di landa wabah pagebluk, lalu saya sengaja tinggal di sekitar alas purwo, kira -kira 40 km dari blambangan. 

    Selang berapa bulan ada sayembara dari kerajaan blambangan, Barangsiapa yg bisa menyembuhkan Sang putri raja yang lagi sakit kena wabah, kalau laki -laki akan dijadikan suaminya, kalau perempuan akan saudara nya, begitu mendengar berita itu Maulana Iskhaq sangat gembira dan mengikuti sayembara itu. Dengan satu syarat dari Maulana Iskhaq pada Sang Raja, bila Sang putri sembuh harus masuk Islam sebagai Agama nya, dan atas karunia Alloh SWT Sang putri sembuh dan masuk Agama Islam, dan Agama Islam mulai menyebar terus sampai sekarang di negeri blambangan (Banyuwangi).  

BERSAMBUNG....

Penulis : Tony Fadlun Indemun

Editor : Kurniawan

Apakah pemikiran mu sama ?

    Malam itu menjadi untaian kata dari salah satu teman, berkata inti pendidikan di indonesia tidak jelas di kerucutkan kemana. Kita dengarkan dulu keterangannya mengapa dia merasa di bodohi oleh sistem pendidikan indonesia. tentunya ini merupakan pengalaman dari jenjang sekolah dan lebih lagi proses berfikirnya. Menakar sebuah pembelajaran dan perbandingan antara sistem pendidikan adalah hal yang harus diketahui, yang merupakan ke-ingintahuannya karena ia menganggap semua yang di peroleh dari bangku sekolah tidak memuaskan dalam arti upaya mendidik, katakanlah ada 30 siswa dalam satu ruangan kelas, di berikan pelajaran yang sama dan harus bisa dapat nilai tinggi, di sisi lain siswa harus pintar semua mata pelajaran. 

"Pikir ku, apanya yang gak jelas kerucutnya. emang kerucut itu bangun ruang". ketawa dalem hati!

    Berbusa-busa ia meneruskan, mengeluarkan jurus andalannya...."Aku kasih analogi ada harimau, kelinci, ular dan ikan, semua hewan di suruh memanjat pohon apa yang terjadi, si ikan ini tidak bisa memanjat pohon dan akan bodoh se-umur hidup". Padahal siswa memiliki potensi yang berbeda, kemampuan yang berbeda, karakter yang berbeda. Seharusnya pendidik memberikan pemahaman nilai-nilai kemanusiaan. Jika nilai-nilai itu tidak di ajarkan apa yang terjadi...siswa akan menjadi bodoh dan siswa jarang masuk sekolah, tidak ada semangat untuk belajar,

"Loh....logis si analoginya, tapi mengapa ia menyamakan siswa dengan hewan, otak ini terhanyut ke dalam pemikirannya, harusnya ane kontra", pikir ku....!

Siswa mengerjakan sesuatu di karena kan mereka suka bukan di suruh berbeda dengan pendidikan di negara maju di umur 3-5 (,TK ) siswa di suruh bermain sekolah dasar (SD) siswa baru di ajaran membaca dan menulis sekolah menengah pertama (SMP)- sekolah menengah atas (SMA) di ajar kan minat bakat bukan semua mata pelajaran hanya satu mata pelajaran yaitu bela negara

Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang dan bisa bersaing di kancah internasional.dan guru bukan jadikan profesi guru haruslah di jadikan pengabdian.Selama aku sekolah dari jenjang tk-sd-smp-sma dan kuliah aku di bodohi oleh pendidikan di Indonesia kenapa aku berfikir dan yakin aku mengatakan hal ini kerena pendidikan di Indonesia tidak jelas di kerucutkan kemana.



Satu bulan mengenang kemerdekaan Republik Indonesia

 

BAGIAN 5

Mengenang jasa-jasa pahlawan di bulan Agustus mengingatkan ku pada pelajaran sejarah. Kemerdekaan republic Indonesia menjadi titik perjuangan merebut kekuasaan colonialism-imperialism. Ratusan tahun pri bumi mengalami penjajahan, terpenjarah, dan penindasan yang di lakukan oleh bangsa asing. Sudah tidak dapat disebutkan berapa jumlah nyawa yang hilang, korban yang gugur dalam peristiwa penjajahan - kemerdekaan. Ingatan ku terus bergejolak mewarnai perjalanan ku di atas ring besi tua menjalur di tiap-tiap stasiun kota, sore itu. Memikirkan bagaimana perjuangan pahlawan-pahlawan melawan penjajah ratusan tahun lamanya, apa tidak putus asa, apa tidak ada strategi praktis, dan apa dulu memang SDM dibawah rata-rata. Pertanyaan ku semakin menjalar kemana-mana mempertanyakan perlawanan pri bumi yang terjajah ratusan tahun lamanya, mengapa.! Sudah cukup, jangan membawa ku pada paradigma pri bumi bodoh.

Cobalah amati – pahami upaya yang dilakukan pri bumi, memang masih bersifat kedaerahan, namun konsolidasi yang dilakukan mereka tak akan gentar, olehnya dibawah ke meja konsolidasi menuai kesepakatan persamaan yang sama dan mempunyai pemikiran yang sama untuk mengusir bangsa asing dari tanah pertiwi. Persatuan perlawanan di galakkan menyusuri pelosok negri, kita berjuang melawan penjajahan ini harus bersama-sama, karena bukan daerah mu saja! Daerah ku juga, daerah kami juga, daerah dia dan mereka juga. Kesadaran akan satu rasa, satu bangsa tumbuh dalam benak hati, kalau kita ini harus bersatu, bersatu, dan bersatu, walau dengan latar belakang yang berbeda, walau dengan keberagaman suku dan adat berbeda.! “fisualisasi ku tentang konfrontasi kala itu”. Semilir angin menerjang ilalang bertebaran kemari mencari lawan tanding, oh ini rumput gajah, oh tidak ini rumput semut, akan kah bersahabat gajah dan semut…. Ternyata mereka berdua saling bersua hingga menyaksikan, ini lah matahari ku.

Tiba di stasiun tujuan ucapan-ucapan Selamat …selamat hari kemerdekaan terpampang jelas di di depan "Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Indonesia Maju". semarak partisipasi ini memang harus di apresiasi sebagai semangat kebangsaan, lebih lagi dapat mencerminkan kemerdekaaan/kebebasan, berdiri sendiri, tidak tertekan dari tuntunan pihak tertentu. Di sisi lain bendera-bendera/umbul-umbul berkelebat mewarnai pandangan sepanjang jalan, hiasan lampu mini berkelip-kelip memadu warna, indahnya.... malam peringatan kemerdekaan.

Hari minggu liburan apa dirumah saja

BAGIAN 4

    Menikmati hari libur sekolah bersama keluarga menjadi tradisi yang sering dilakukan oleh kebanyakan anak milineal atau generasi Z. Tepatnya hari minggu yang khas dengan suasana kemacetan di jalan raya,bukan cuma di jalan raya, di tempat wisata misalnya : gunung bromo, kawah ijen, pantai klayar dan wisata bahari lamongan (WBL) pengunjung meluber dan membludak. Pengunjung berdatangan memadati rest area yang disediakan oleh pengelolah wisata. Melihat antusias tersebut membawa ia kedalam dunia kebahagiaan bersama keluarga, bersamaan hari itu menjadi momentum di usianya merasakan alam liar yang terus berputar menyelimuti akan kesenangan yang harus di berikan oleh setiap oran tua. Tidak heran bila kita menjumpainya di  gandeng orang tua berjalan melihat wahana yang di suguhkan. 

    Melihat lihat wahana menjadi hal yang berkesan bila di temani orang tua dan memberikan pelajaran maupun cerita mengenai apa yang dilihatnya. Mengamati hewan, membaca diskripsi hewan dan bergumam “Oh jadi ini kandang monyet, besar yah, monyetnya kok gendong anaknya sambil makan pisang, berlari dan bergelantungan”. Setiap pengunjung datang memberinya makan, kadang buah-buahan seperti pisang, semangka, dan kacang. Jadi kalo monyet melihat pengunung membawa makanan ia akan mengejarnya dan mendekatinya. 

    Ya. . . .belajar bersama alam memang menyenangkan dan menambah wawasan pengetahuan secara empiris mengenai hewan monyet yang ada di kebun binatang. Belajar tidak harus di tempat sekolah saja, namun bisa dimana saja itu adalah belajar.  

Bimbel di tengah pandemi covid-19 masih perlukah!

BAGIAN 3

Ia kemudian mengambi buku pelajaran untuk di pelajari dan mengecek apa ada pr/tugas sekolah hari ini, kegiatan selama ia sekolah tidak terlepas dari pekerjaan rumah dan belajar meski tidak ada PR. Kadang ia mengikuti bimbingan belajar di samping rumahnya, kebetulan rumahnya di depan sang pemilik bimbingan belajar kala itu. Bimbingan belajar hari ini menuai kelesuhan murid/siswa karena kondisi pandemic covid yang belum usai, ketika tahun ajaran baru di tetapkan pada tanggal 13 juli, bimbingan belajar pun mengikuti untuk segera membuka kelas belajar. Menghindari penularan dan penyebaran virus covid-19 harus wajib menerapkan protocol new normal yang berlaku seperti : cek suhu sebelum masuk, cuci tangan sebelum dan sesudah belajar dan menggunakan masker/face shield saat proses pembelajaran berlangsung maupun dari rumah ke tempat bimbel. Dalam penerpannya ia sangat antusias dan menjaga jarak dengan teman dan guru sehingga ia tidak leluasa dengan waktu istirahatnya yang merupakan waktu untuk bermain dan sebagainya. Ia merasa protocol ini malah menjadi beban terhadap aktivitasnya dan tidak nyaman. Memang benar untuk menghadapi tatanan new normal ini ia harus adaptif terhadap keadaan seperti ini, jika tidak hati hati dan menjalankan protocol tersebut di mungkinkan akan tertular.

Mengamati keadaan ini beban PR dan kelas online/daring menjadi masalah yang kompleks terutama masih seringnya terdengar tumpukan PR-PR yang ia kerjakan, masih terdengar keluhan kelas online yang memakai banyak kuota data internet. Kalau kita mau mengklasifikasikan mana anak yang mampu dan tidak mampu maka akan menjadi disversitas dalam kemampuan menggunakan gadget. Kebanyakan anak pedesaan masih minim untuk menguasai dan menggunakan gadget berbeda dengan anak perkotaan yang selalu aktivitasnya bersentuhan dengan gadget. Penurunan angka minat belajar di tenggah pandemic menjadi suatu ketakutan bagi anak dan siswa terlebih dari peran orang tua yang sangat takut bila belajar di luar rumah.

Hal ini menyebabkan minat beajar di bimbel kurang karena di pengaruhi oleh pandemic covid 19, yang mana sebleum pandemic murid yang belajar di bimbel berumlah 200± sedangkan dalam kondisi pandemic murid/siswa yang belajar di bimbel berjumlah 80±. Dalam pandangan ini kami melihat kurangnya semangat belajar di tengah pandemic di karenakan pembelajaran hari ini hanya di kasih tugas, tugas dan tugas sehingga ia memandang bahwa kalau sudah menyelesaikan tugasnya dan mengumpulkan tugas di anggap sudah beres proses belajarnya.

SDM & TEKNOLOGI

BAGIAN 2

mencari materi dan berbagai kesulitan dalam hal penerjemahan kata istilah, penulisan surat, rumus matematika dan terjemah bahasa inggris. Tugas dari sekolah terasa mudah bagi siswa yang memahami soal yang akan ia kerjakan, lantas bagaimana dengan siswa yang tidak paham dengan soal yang ia kerjakan walaupun ada alat penunjang untu belajar. Persoalan ia paham dan tidaknya kami serahkan pada guru, bagaimana untuk bisa mencapai level paham/memahami. Kognitif merupakan level yang rendah dalam proses pembelajaran namun sebagai dasar/pondasi untuk bisa menguasai tingkatan tingkatan yang ada di level kognitif.. menurut kami untuk bisa memahami bacaan/soal langkah pertama adalah membaca terlebih dahulu sampai selesai, langkah kedua melakukan analisa imajinatif bacaan/soal yang ia baca. Langkah ketiga menulis hal penting/ide yang terkadung didalam bacaan, yang umum dalam hal pemahaman, ia dapat menceritakan ulang cerita yang ia baca. Secara teks memang mudah untuk di terapkan bagi kita yang mau mencari solusi agar ia paham pada suatu bacaan. Sedangkan kita yang membaca suatu bacaan/soal tentu bisa memahami dengan cepat karena sering membaca dan berpikir. Sumber daya manusia harus menjadi pembangun terdepan agar manusia dapat memahami dan menjadi gerbang utama dalam merealisasikan negara yang maju.

Sebagai orang yang pernah mendidik dalam kelas bimbingan belajar kami sangat menyayangkan ada hal semacam itu yaitu, 1) Apakah ia juga tanggap/menaggapi pembelajaran daring yang di lakukan oleh gurunya dan menyelesaikan tugas/pr yang diberikan oleh gurunya. 2) Setiap memegang gadgedt tidak luput dari paradigma bermain gadget (hapean) padahal ia sedang melakukan proses pembelajaran melalui daring. 3) Siswa yang tidak paham dengan soal yang ia kerjakan walaupun ada alat penunjang untuk belajar. Dari ketiga masalah diatas kami mengambil preposisi yang dominan terhadap subjek menjadi suatu paradigma, pemerataan teknologi informasi sebagai penunjang proses belajar yang berkemajuan dan berdaya saing. Sehinngga dalam pembangunan sumber daya manusia ini tidak menekankan pada teknologi saja yang di kembangkan, melainkan ada sector lain yang harus di kelola dan di kembangkan secara beriringan antara sumber daya manusia dengan teknologi.

Hapean itu belajar !

BAGIAN I

Di ceritakan seorang siswa yang mengalami perubahan pembelajaran dari pembelajaran tatap muka (ruangan kelas) beralih ke media sosial (Daring). Menanggapi transformasi pembelajaran melalui daring ia sangat senang karena ia dapat mengoperasikan applikasi/APP yang telah di download melalui playstore, seperti whatsapp, game, dan aplikasi media sosial lainnya. Tidak hanya itu ia juga dapat megirim pesan teks/chatting dan video call, dengan teman se-kelasnya, jika ia menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas yang di berikan oleh gurunya. Raut wajah ceria dan gembira telah ia ungkapkan melalui emoticon/stiker setelah membaca chatting-membalas chatting dari temannya. Tentunya ia sangat paham tentang chatting/pesan teks di rana komunikasi. Namun apakah ia juga tanggap/menaggapi pembelajaran daring yang di lakukan oleh gurunya dan menyelesaikan tugas/pr yang diberikan oleh gurunya?

Ketika ia sudah mampu meng-operasikan gadget dan meng-unduh aplikasi yang berada di playstore sebagai penunjang/selingan, ada impact yang harus ia hindari, karena apa yang sudah ia unduh/download merupakan kesenangannya pada aplikasi tertentu. Sehingga proses yang di alami setiap memegang gadgedt tidak luput dari paradigma bermain gadget (hapean) padahal ia sedang melakukan proses pembelajaran melalui daring. Memang harus diluruskan paradigma yang seperti ini agar tidak membebani mental seorang siswa, karena trasformasi pembelajaran tradisional dilakukan tanpa ada gadget dan harus dilakukan secara tatap muka didalam ruangan kelas. Berbeda dengan pembelajaran daring yang akhir-akhir ini diakukan sebagai pembelajaran modern yang semua alat, penunjang berpusat pada gadget jadi sudah biasa jika tiap harinya memegang gadget dan menatap layar di tindak lanjuti oleh jari tangan yang selalu meng-scrolling.