BAGIAN 2
mencari materi dan berbagai kesulitan dalam hal penerjemahan kata istilah, penulisan surat, rumus matematika dan terjemah bahasa inggris. Tugas dari sekolah terasa mudah bagi siswa yang memahami soal yang akan ia kerjakan, lantas bagaimana dengan siswa yang tidak paham dengan soal yang ia kerjakan walaupun ada alat penunjang untu belajar. Persoalan ia paham dan tidaknya kami serahkan pada guru, bagaimana untuk bisa mencapai level paham/memahami. Kognitif merupakan level yang rendah dalam proses pembelajaran namun sebagai dasar/pondasi untuk bisa menguasai tingkatan tingkatan yang ada di level kognitif.. menurut kami untuk bisa memahami bacaan/soal langkah pertama adalah membaca terlebih dahulu sampai selesai, langkah kedua melakukan analisa imajinatif bacaan/soal yang ia baca. Langkah ketiga menulis hal penting/ide yang terkadung didalam bacaan, yang umum dalam hal pemahaman, ia dapat menceritakan ulang cerita yang ia baca. Secara teks memang mudah untuk di terapkan bagi kita yang mau mencari solusi agar ia paham pada suatu bacaan. Sedangkan kita yang membaca suatu bacaan/soal tentu bisa memahami dengan cepat karena sering membaca dan berpikir. Sumber daya manusia harus menjadi pembangun terdepan agar manusia dapat memahami dan menjadi gerbang utama dalam merealisasikan negara yang maju.
Sebagai orang yang pernah mendidik dalam kelas bimbingan belajar kami sangat menyayangkan ada hal semacam itu yaitu, 1) Apakah ia juga tanggap/menaggapi pembelajaran daring yang di lakukan oleh gurunya dan menyelesaikan tugas/pr yang diberikan oleh gurunya. 2) Setiap memegang gadgedt tidak luput dari paradigma bermain gadget (hapean) padahal ia sedang melakukan proses pembelajaran melalui daring. 3) Siswa yang tidak paham dengan soal yang ia kerjakan walaupun ada alat penunjang untuk belajar. Dari ketiga masalah diatas kami mengambil preposisi yang dominan terhadap subjek menjadi suatu paradigma, pemerataan teknologi informasi sebagai penunjang proses belajar yang berkemajuan dan berdaya saing. Sehinngga dalam pembangunan sumber daya manusia ini tidak menekankan pada teknologi saja yang di kembangkan, melainkan ada sector lain yang harus di kelola dan di kembangkan secara beriringan antara sumber daya manusia dengan teknologi.