Mari Budidaya Hidroponik : Tidak ada alasan untuk budidaya hidroponik di lahan sempit

Fenomena perkotaan untuk sekarang ini adalah kurangnya lahan tanah di perkotaan, Dengan banyaknya dibangun perumahan, gedung-gedung bertingkat, mall, sehingga tanah di perkotaan semakin lama semakin kecil. Seiring dengan pembangunan dimana dimana, dampaknya adalah kurangnya pasokan air. Pasokan air semakin terbatas, kadang-kadang sampai tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi untuk menjaga kelestarian lingkungan salah satunya adalah dengan penghijauan baik itu di setiap rumah tangga sampai ke perkantoran. Salah satunya adalah dengan budidaya hidroponik. Hidroponik saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat. Selain mudah untuk proses penanamannya, perawatannya juga tidak susah. Hidroponik adalah budidaya menanam tanpa menggunakan tanah tapi menggunakan air. Tapi walaupun menggunakan air, air yang digunakan tidak sebanyak tanaman yang ada di tanah. Jaditersebut yang memiliki pasokan air terbatas. Dengan permasalahan di atas, hidroponik sangat layak untuk di budidayakan dan semakin di sosialisasikan ke semua kalangan masyarakat terutama di daerah perkotaan.

Perawatan hidroponik ini sangat mudah, karena tumbuhan, tanaman atau sayur-sayuran dapat tumbuh dengan mudah tanpa menggunakan tanah, hanya dengan talang air, botol-botol kemasan yang sudah tidak terpakai dan juga bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak diperlukan seperti ember, baskom dan sebagainya. Awalnya beberapa orang yang menyukai tanaman hidroponik ini hanya sekedar hobi, tapi setelah dilakukan ternyata menjadi sesuatu kegiatan yang menyenangkan. Hasil dari budidaya hidroponik yang awalnya hanya sekedar hobi, dikonsumsi diri sendiri, ternyata setelah dilaksanakan lebih serius menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.Dengan kondisi inilah kami bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya hidroponik bekerjasama dengan hydrofarm. Dimulai dari cara penanaman,perawatan dan pengembangan hidroponik. Untuk jenis hidroponik mulai dari bunga, kaktus, buah, sayuran, cabai dan sebagainya. Selain itu kami akan memberikan gambaran manajemen usaha hidroponik ini, dari sudut pandang yang beragam. Dari aspek pemasaran,keuangan dan supply chain. Untuk itu perlunya kami memberikan pemahaman dalam hal manajemen bisnis. Mulai dari merencanakan, proses, organisasi dan kontrol. Seperti yang dikatakan oleh Pokusa 2004, 

Tomasz & Bernard 2010‘Management of the bus currently has much broader dimension and takes place on all decision-making levels, from operational to strategic ones, covering a full sequences of management processed, ingthat(identificationis “pla and analysis) of processes Organizationand control (implementation and improvement) of process, control of process”.

Untuk mengatur usaha kecil akan berbeda dengan usaha besar, disini perlu memahami apa saja karakter usaha kecil.Hal ini dilakukan untuk menciptakan wirausaha baru yang bisa menciptakan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi yang mandiri di masyarakat. Seorang wirausaha harus mempunyai inovasi produk, strategi bersaing dan bagaimana menjalankan bisnis yang kompetitif. Budidaya hidroponik sangat efektif dilakukan di perkotaan disebabkan oleh 2 permasalahan yang biasanya dihadapi: kurangnya lahan dan terbatasnya air. Sehingga dengan budidaya hidroponik ini akan sangat mudah diterapkan.Budidaya ini tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tapi bisa juga dikomersilkan.

Ketegaran idealis manusia berguru pada alam

 

Keadaan berubah sedikit demi sedikit tetesan air hujan jatuh pada batu semakin kelihatan cekungannya, yang semula tiada jadi ada, semacam benturan halus yang membentuk batu itu berubah pada asalnya. Begitu juga diriku, tumbuh dan berkembang berupa bentuk otot yang kekar, badan yang berisi dan nalar yang semakin menjadi, berbagai macam pengetahuan masuk ke dalam tubuhku. Benturan antara proses menjadikan seperti itu tidak terpikirkan oleh masa mudah, alasannya dan tujuannya dapat pula berubah di antara stikma peradaban. Keinginannya yang tidak di inginkan membuat arus perjalanan hidup berlawanan, kadang diriku menguatkan dengan tegar bahwa apa yang sudah membuat diriku berubah tanpa adanya keinginan dari dalam hati, aku tetap menerimanya, menjalainya dengan sugguh-sungguh. Begitu aku tidak menerima apa yang sudah di bentuk dan merubah diriku disitulah perputaran arah persimpangan jalan hidup yang melawan arus. Menginjak kata mengapa, lalu lalang impian bertebaran memasuki ruas-ruas saraf otak hingga terlelap. 

Adakah yang dapat menerjemahkan dalam bahasa manusia modern, impian untuk merubah dirinya di dalam kondisi penyesalan dari perubahan yang tidak di inginkannya, suatu keinginan yang murni dari dalam diriku mengatakan, meskipun batu itu besar dan tegar menghadapi keadaan yang menimpanya ia akan selalu terdiam, tetap berada di tempat asalnya dan ia semakin bertahan berhari-hari untuk dapat mempertahankan bentuk rupa asalnya, namun tidak bisa di pungkiri perubahan pasti terjadi dan terus berlanjut hingga membentuk suatu kesadaran transcendental, yang jauh sebelum ia berada di dunia. Prinsip hidup seyogyanya menyerupai batu besar dan memiliki sifat ketegaran hati, diam dan berada di tempat asalnya, meskipun betebaran impian dalam dirimu, tetap kukuh dan tegarlah pada prinsip hidup yang kini sudah di tanamkan dari dulu. Memang benar ia diam tak beranjak pergi dari tempat asalnya kecuali di angkut tengkulak ke pasar atau keberadaannya menjadi keuntungan pengusaha, dijadikan tambang batu.

    Banyaknya perubahan yang ia terima adalah dari alam bukan di ubah secara manusiawi, seperti jalannya terrendam banjir maka harus di uruk dengan batu pedel, itu perubahan batu secara manusiawi dapat di pindahkan dan dapat di hancurkan, lain halnya dengan perubahan bentuk alami yang ia terima, seperti batu yang tertetes air hujan terus menerus, yang mengalami bencana alam atau batu yang ada di dasar laut/sungai. Keadaan yang membentuk ia secara alami dan manusiawi membedakan kesadaran transcendental yang ia miliki setelah berkali-kali menghadapi tantangan keadaan hari ini. Sudah sepatutnya diriku menelanjangi proses-proses perubahan yang terjadi, baik itu karena alam maupun karena manusia. Sebabnya diriku telah mengetahui arah tujuan hidup bermuara pada air yang jernih, maka di butuhkan prinsip hidup sekeras batu dan setangguh ombak lautan samudrah, supaya  dapat kukuh pada persimpangan jalan yang tak melawan arus ataupun salah memilih jalan hidup, tersetsatlah ia ke jurang kesia-siaan hidup.

Katakanlah yang sebenarnya pada dirimu bahwa engkau mampu untuk merubah segala hal, mulailah dari sekarang dan selanjutnya engkau mempunyai kekuatan setegar batu, pejamkan mata mu biarkan nalar liar mu menjelajahi alam semesta. Sementara waktu terasa dekat dan cepat untuk mengakhiri suatu pekerjaan. Ya.. benar sekali kalau di renungkan. Memang banyak analogi rasional untuk menjelaskannya dan juga dapat berbagai persepsi yang tidak sama antara si pembaca dan intrepretasi dirinya dalam segala tindakan.

PERTEMUAN MANUSIA-MANUSIA SUPER DI ALAM GAIB

GUSDUR SHOW

"Gimana bapak Baharudin Lopa, sudah bisa menerima alasan sama," kata Prabu Hayam Wuruk.

"Sampun mangertos, gusti prabu Hayam Wuruk," jawab Baharudin Lopa.

"Barangkali ada pendapat yang lain dari panjenengan," sambung Prabu Hayam Wuruk

"Ada kanjeng Prabu," jawab Gajah Mada

"Silakan!" jawab Prabu Hayam Wuruk lagi. 

"Ketika beliau GUSDUR jadi presiden KE 4 di nuswantara, yang akan segera mau di lengserkan, lewat sidang Istimewa, saya lah yg bela mati-matian pada beliau nya, dengan argumen -argumen agar tidak terjadi impectment pada GUSDUR, di hadapan para ketua wakil rakyat Nuswantara, saya meyakinkan pada mereka, bahwa beliau nya Gusdur tidak mempunyai dosa -dosa apa -apa dan salah apa -apa, orang sepintar beliau, sebaik beliau harus di lengserkan dari jabatan Presiden. 

"Seperti ada kekuatan besar dan jahat, Gusdur harus lengser jadi Presiden, ujar Baharudin Lopa."

"Owh begitu, mumpung beliau nya Gusdur ada disini, barangkali bisa menjelaskan nya. 

"Gimana bapak Gusdur, sudah siap menjelaskan?', tanya Prabu Hayam Wuruk pada Kyai Haji Abdurohman Wakhid."

"Oke siap," jawab Gusdur.

    Dari awal saya jadi Presiden, tidak timbul dari kemauan saya sendiri, 'jadi pemimpin atau presiden tanggungannya nanti berat sekali di kehidupan akherat, apalagi pemimpin itu tidak memberi manfaat pada rakyat yang di pimpin nya, sebaliknya pemimpin itu atau presiden itu bertindak zalim dan kejam sama rakyat yang dipimpinnya', kelak kalau sudah mati di dasar neraka jahanam lah tempat nya. Berat, berat sekali pertanggung jawabannya, karena situasi negara lagi krisis, saya di dorong dan di dukung para Kyai sepuh, untuk tampil mencalonkan diri jadi Presiden, karena ini amanah. 

    Setelah saya terpilih dan di lantik jadi Presiden. Kesempatan ini saya gunakan sebaik -baik nya, untuk mengabdi, memberi pelayanan yg terbaik untuk rakyat Nuswantara. Serta bagaimana caranya menyenangkan hati semua rakyat Nuswantara, bagaimana tidak hidup di negeri yang kaya raya sumber kekayaan alamnya, tetapi di mana - mana banyak rakyat masih hidup dalam kemiskinan, sudah lama sekali rakyat Nuswantara hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan.

    Tiga ratus tahun di jajah Belanda, lalu di jajah Jepang tiga setengah tahun, kemudian merdeka, di dera banyak pergolakan -pergolakan, tidak bisa menikmati arti sebuah kemerdekaan, karena sumber - sumber kekayaan alam masih banyak di kelola asing dan rakyat tetap tidak kebagian apa -apa, hanya para pejabat nya yang dapat bagian yang lebih banyak dengan cara korupsi dan manipulasi, 'setelah saya jadi Presiden saya tegak kan aturan, hukum saya tegak kan, bagi pejabat yang korupsi saya suruh kembalikan uangnya, hak -hak rakyat saya penuhi, tambang -tambang, dan hutan -hutan biar rakyat yang kelola, jangan sampai kekayaan alam hanya di kuasai oleh hanya segelintir rakyat Nuswantara', biarlah rakyat yang menguasai, karena 'undang -undang dasar kita mengatakan sumber kekayaan alam, harus di gunakan dan di manfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Nuswantara', tetapi kenyataan nya, sumber - sumber kekayaan itu dikelola oleh asing yang kerjasama dengan pejabat dan banyak yang di korupsi. 

    Tujuan saya jadi Presiden, berkeinginan untuk merubah situasi seperti itu, sebelum tujuan saya tercapai, berbagai macam hujatan dan fitnah serta berbagai macam demo datang pada saya, intinya saya harus turun jadi Presiden Nuswantara. Jawaban saya tetap begitu aja kok repot, ujar Gusdur.

"Owh begitu Gusdur," kata Prabu Hayam Wuruk

"Ada yang bertanya atau beri pendapat yang lain.

"Kalau tidak Ada diskusi pertemuan malam ini akan segera saya tutup, kita lanjutkan pada pertemuan minggu depan, dengan tema yg sama, sambung Prabu Hayam Wuruk."

                                                                                                                                    BERSAMBUNG. . . . .

Penulis : Tony Fadlun Indemun

Editor :Doni andriani

 

Refleksi history : Pentingnya peran guru

     Wacana publik yang terlanjur beredar di kalangan masyarakat awam menjadi stigma hitam putih, bahwa informasi yang ia peroleh sukar untuk di terjemahkan dengan bahasa ilmiah, karena sesuatu hal yang ia anggap benar ya benar, namun lupa untuk menyaring sampai pada kebenaran yang ia cari. Supaya ia dapat memahmi suatu istilah, maka hendaklah ia membaca untuk menggunakan segala potensi indrawinya, dengan panca indra kita dapat empirism, dengan akal kita dapat rasionalsm. Katakanlah istilah profesi, saya tanya apa itu profesi, maka seseorang itu akan menjelaskan terlebih dulu pengertian profesi. Namun wacana yang terekspose tipologi profesi. Yakni, di dunia ini hanya ada dua profesi: guru dan non guru. Padahal, banyak profesi lainnya yang turut memberi sumbangan berharga pada peradaban umat manusia. Sebut saja, para peneliti misalnya. Mereka tergolong kaum intektual yang bekerja keras menghasilkan berbagai temuan dan berperan mengembangkan kemajuan ilmu pengetahuan. Diantara mereka ada yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bergengsi tingkat internasional.

    Temuan-temuannya banyak membantu mengatasi masalah kehidupan hingga turut merubah peradaban. Guru merupakan suatu pekerjaan yang mulia. Apabila, para guru melakukan tugasnya secara ikhlas dan berdasarkan suara hatinya, maka mereka sudah memiliki “tiket masuk surga”Apabila, guru dalam mendidik muridnya dilandasi dengan kasih sayang, maka mereka juga akan mendapat tambahan bonus dicintai oleh para muridnya. Dengan demikian, guru yang baik akan memperoleh tiga “gaji” sekaligus. Yaitu, “gaji” ekonomis (uang), “gaji” teologis (amal ibadah), dan “gaji” sosial (kesan dan ingatan yang baik dari para muridnya, paling tidak didoakan).

    Sejarah bangsa Jepang memberikan kita pelajaran berharga terkait profesi guru. Di kala kota Hirosimma dan Nagasaki dijatuhi Bom Atom oleh tentara sekutu pada 9 Agustus 1945, yang menewaskan ratusan ribu penduduk kedua kota itu, pertanyaan yang dilontar Kaisar Hirohito bukanlah berapa tentara yang masih hidup. Tetapi, berapa jumlah guru yang tersisa dan dapat diperankan membangun peradabannya. Fenomena historis ini menunjukan bahwa guru memiliki status dan peran yang sangat terhormat dalam suatu bangsa. Di sisi yang lain,menujukan bahwa cara berpikir seorang pemimpin bangsa harus jauh ke depan dengan meletakkan peran penting aspek pendidikan, sekaligus menjadikan guru sebagai ujung
tombaknya.

    Pentingnya kepedulian terhadap aspek pendidikan juga ditegaskan dalam ajaran teologis. Sering kita dengar pernyataan yang diimitasi dari pandangan John Locke bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih (tabula rasa). Karena itu, anak harus dididik dengancara mengisi kertas putih itu dengan pengetahuan sarat manfaat. Bahwa setiap anak memiliki potensi multikecerdasan yang harus dibantu pengembangannya melalui pendidikan, sehingga bisa berkembang optimal. Van Eukul dan Kellog, Antropolog, telah melakukan penelitian terhadap anak manusia yang dibiarkan hidup diasuh oleh seekor binatang. Hasilnya, anak tersebut tidak mampu berkembang sebagaimana“manusia” umumnya anak itu berperilaku seperti biantang, human being-nya tidak bisa berkembang. Anak manusia hanya akan menjadi “manusia” apabila dia hidup dan dididik dalam lingkungan masyarakat. Dalam agama ditegaskan bahwacmendidik anak merupakan kewajiban orang tua yang diperintahkan oleh tuhannya. Pada masyarakat modern yang ditandai dengan menguatnya ideologi kapitalisme, tentu saja pendidikan menjadi sarana utama untuk memanusiakan manusia agar terbebas dari paham yang cenderung dehumanis tersebut. Pendidikan adalah sarana mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    Di tengah kontestasi global yang mulai mengakar hingga ke dunia berkembang, tampaknya kemajuan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh banyaknya sumber daya alam, melainkan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, bangsa yang maju sering menempatkan pendidikan menjadi bagian utama dalam proses pembangunan dengan memberikan anggaran yang lebih (extra founding) dibandingkan bidang-bidang lainnya.

 

Penulis : Maulana Zaky

Editor : Kurniawan