Trend Thrifting Menjadi Peluang Usaha Anak Muda

    Thrifting merupakan sebutan untuk pakaian second/bekas. Di semua marketplace toko online banyak di temukan penjual baju-baju second dengan harga yang murah hingga puluan ribu rupiah. Bahkan ada pula brend – brend kelas menegah hingga kelas atas. 

Soal kualitas hingga murah menjadi daya tarik pelanggan memburu baju bekas, terutama dari luar negeri. Konsumen bisa membeli per baju sampai per bal baju bekas, juga terdapat pilihan – pilihan paket usaha, paket borongan dan paket sortiran.

Di Indonesia, mengacu pada hasil survei Goodstats mengenai preferensi gaya fashion anak muda Indonesia yang dilaksanakan pada 5-16 Agustus 2022 dengan melibatkan 261 responden, mayoritas responden atau sekitar 49,4% mengaku pernah membeli fashion bekas dari hasil thrifting.

Sisanya, sekitar 34,5% mengaku belum pernah mencoba thrifting dan sebanyak 16,1% memilih untuk tidak akan pernah mencoba membeli barang hasil thrifting. Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/articles/ce7yke141ydo

Dari data tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa trend thrfiting di Indonesia menjadi peluang usaha yang berkompeten. Tidak menutup kemungkinan ini akan menjadi penggerak perekonomian Indonesia. Bagi kalian yang mau membuka usaha Thrifting jangan terlalu lama mempertimbangkan apa dan bagaimana nantinya usaha kalian, segera lakukan pemesanan paket usaha di kami.

Sebelum membuka usaha thrifting, perlu kami ingatkan bahwa tidak semua baju second/bekas bisa di jual loh. Kamu bisa menjual kembali apabila barang tersebut dalam kondisi baik (tanpa noda,robek) dan barang tersebut memiliki sesuatu yang bernilai unik.

Sejauh ini brand-brand populer di dunia seperti Uniqlo, Nike, Adidas, Champion, lacoste banyak di cari oleh konsumen anak muda khususnya di Indonesia. Terkadang jika beruntung, mereka bisa mendapatkan barang-barang langka/rare yang memang diproduksi secara terbatas/limited edition

Alasan Berbisnis Thrifting

    Jika diperhatikan lebih jauh, bisnis thrifting tidak akan pernah terhapus oleh zaman. Selain tak lekang oleh zaman, beberapa alasan lain mengapa generasi muda zaman sekarang lebih memilih thrifting shop, diantaranya:

1. Tak Pernah Sepi Peminat dan Risiko Kerugian Kecil

    Salah satu alasan penting mengapa semakin banyak orang menjual thrift shop adalah karena pasar mereka tak akan pernah sepi peminat. Hal ini dibuktikan dengan fenomena ketertarikan terhadap thrifting di zaman sekarang semakin banyak pembeli dari lintas generasi. Selain itu, bisnis thrifting juga punya tingkat risiko kerugian kecil. Contoh, apabila ada barang jualanmu yang masih tersisa banyak, kamu tinggal melakukan sistem paket murah untuk dipasarkan di akun media sosial.

2. Tidak Membutuhkan Dana Terlalu Besar

    Terkadang thrifting shop menjadi kalan pintas bagi sebagian orang untuk menempuh jalur bisnis. Sebab, untuk membuka usaha satu ini nggak perlu membutuhkan dana yang terlalu besar. Nggak perlu bertele-tele, kamu bisa memulai pemesanan barang di kami dengan berbagai pilihan paket. Caranya oreder chat whatsaap atau DM instagram. Coba memulai bisnis ini di rumah mu !.

3. Pemasaran Bisa Dilakukan di Medsos dan Marketplace

    Di era digitalisasi, membangun sebuah bisnis jadi semakin mudah. Salah salah satu trik nya berbisnis dengan melakukan promosi usahamu di media sosial atau marketplace. Apalagi kalau punya konten menarik seputar bisnis thrifting shop. Maka pembeli akan semakin berminat dengan barang yang kamu jual.

    Setelah baca sederet tren thrift di atas, jadi nggak heran, kan, kenapa tren bisnis ini kembali muncul dan semakin diminati oleh generasi sekarang. Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mencoba bisnis satu ini? Order ? klik linktr.ee/lamuno.la

Mari Budidaya Hidroponik : Tidak ada alasan untuk budidaya hidroponik di lahan sempit

Fenomena perkotaan untuk sekarang ini adalah kurangnya lahan tanah di perkotaan, Dengan banyaknya dibangun perumahan, gedung-gedung bertingkat, mall, sehingga tanah di perkotaan semakin lama semakin kecil. Seiring dengan pembangunan dimana dimana, dampaknya adalah kurangnya pasokan air. Pasokan air semakin terbatas, kadang-kadang sampai tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi untuk menjaga kelestarian lingkungan salah satunya adalah dengan penghijauan baik itu di setiap rumah tangga sampai ke perkantoran. Salah satunya adalah dengan budidaya hidroponik. Hidroponik saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat. Selain mudah untuk proses penanamannya, perawatannya juga tidak susah. Hidroponik adalah budidaya menanam tanpa menggunakan tanah tapi menggunakan air. Tapi walaupun menggunakan air, air yang digunakan tidak sebanyak tanaman yang ada di tanah. Jaditersebut yang memiliki pasokan air terbatas. Dengan permasalahan di atas, hidroponik sangat layak untuk di budidayakan dan semakin di sosialisasikan ke semua kalangan masyarakat terutama di daerah perkotaan.

Perawatan hidroponik ini sangat mudah, karena tumbuhan, tanaman atau sayur-sayuran dapat tumbuh dengan mudah tanpa menggunakan tanah, hanya dengan talang air, botol-botol kemasan yang sudah tidak terpakai dan juga bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak diperlukan seperti ember, baskom dan sebagainya. Awalnya beberapa orang yang menyukai tanaman hidroponik ini hanya sekedar hobi, tapi setelah dilakukan ternyata menjadi sesuatu kegiatan yang menyenangkan. Hasil dari budidaya hidroponik yang awalnya hanya sekedar hobi, dikonsumsi diri sendiri, ternyata setelah dilaksanakan lebih serius menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.Dengan kondisi inilah kami bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya hidroponik bekerjasama dengan hydrofarm. Dimulai dari cara penanaman,perawatan dan pengembangan hidroponik. Untuk jenis hidroponik mulai dari bunga, kaktus, buah, sayuran, cabai dan sebagainya. Selain itu kami akan memberikan gambaran manajemen usaha hidroponik ini, dari sudut pandang yang beragam. Dari aspek pemasaran,keuangan dan supply chain. Untuk itu perlunya kami memberikan pemahaman dalam hal manajemen bisnis. Mulai dari merencanakan, proses, organisasi dan kontrol. Seperti yang dikatakan oleh Pokusa 2004, 

Tomasz & Bernard 2010‘Management of the bus currently has much broader dimension and takes place on all decision-making levels, from operational to strategic ones, covering a full sequences of management processed, ingthat(identificationis “pla and analysis) of processes Organizationand control (implementation and improvement) of process, control of process”.

Untuk mengatur usaha kecil akan berbeda dengan usaha besar, disini perlu memahami apa saja karakter usaha kecil.Hal ini dilakukan untuk menciptakan wirausaha baru yang bisa menciptakan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi yang mandiri di masyarakat. Seorang wirausaha harus mempunyai inovasi produk, strategi bersaing dan bagaimana menjalankan bisnis yang kompetitif. Budidaya hidroponik sangat efektif dilakukan di perkotaan disebabkan oleh 2 permasalahan yang biasanya dihadapi: kurangnya lahan dan terbatasnya air. Sehingga dengan budidaya hidroponik ini akan sangat mudah diterapkan.Budidaya ini tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tapi bisa juga dikomersilkan.

Ketegaran idealis manusia berguru pada alam

 

Keadaan berubah sedikit demi sedikit tetesan air hujan jatuh pada batu semakin kelihatan cekungannya, yang semula tiada jadi ada, semacam benturan halus yang membentuk batu itu berubah pada asalnya. Begitu juga diriku, tumbuh dan berkembang berupa bentuk otot yang kekar, badan yang berisi dan nalar yang semakin menjadi, berbagai macam pengetahuan masuk ke dalam tubuhku. Benturan antara proses menjadikan seperti itu tidak terpikirkan oleh masa mudah, alasannya dan tujuannya dapat pula berubah di antara stikma peradaban. Keinginannya yang tidak di inginkan membuat arus perjalanan hidup berlawanan, kadang diriku menguatkan dengan tegar bahwa apa yang sudah membuat diriku berubah tanpa adanya keinginan dari dalam hati, aku tetap menerimanya, menjalainya dengan sugguh-sungguh. Begitu aku tidak menerima apa yang sudah di bentuk dan merubah diriku disitulah perputaran arah persimpangan jalan hidup yang melawan arus. Menginjak kata mengapa, lalu lalang impian bertebaran memasuki ruas-ruas saraf otak hingga terlelap. 

Adakah yang dapat menerjemahkan dalam bahasa manusia modern, impian untuk merubah dirinya di dalam kondisi penyesalan dari perubahan yang tidak di inginkannya, suatu keinginan yang murni dari dalam diriku mengatakan, meskipun batu itu besar dan tegar menghadapi keadaan yang menimpanya ia akan selalu terdiam, tetap berada di tempat asalnya dan ia semakin bertahan berhari-hari untuk dapat mempertahankan bentuk rupa asalnya, namun tidak bisa di pungkiri perubahan pasti terjadi dan terus berlanjut hingga membentuk suatu kesadaran transcendental, yang jauh sebelum ia berada di dunia. Prinsip hidup seyogyanya menyerupai batu besar dan memiliki sifat ketegaran hati, diam dan berada di tempat asalnya, meskipun betebaran impian dalam dirimu, tetap kukuh dan tegarlah pada prinsip hidup yang kini sudah di tanamkan dari dulu. Memang benar ia diam tak beranjak pergi dari tempat asalnya kecuali di angkut tengkulak ke pasar atau keberadaannya menjadi keuntungan pengusaha, dijadikan tambang batu.

    Banyaknya perubahan yang ia terima adalah dari alam bukan di ubah secara manusiawi, seperti jalannya terrendam banjir maka harus di uruk dengan batu pedel, itu perubahan batu secara manusiawi dapat di pindahkan dan dapat di hancurkan, lain halnya dengan perubahan bentuk alami yang ia terima, seperti batu yang tertetes air hujan terus menerus, yang mengalami bencana alam atau batu yang ada di dasar laut/sungai. Keadaan yang membentuk ia secara alami dan manusiawi membedakan kesadaran transcendental yang ia miliki setelah berkali-kali menghadapi tantangan keadaan hari ini. Sudah sepatutnya diriku menelanjangi proses-proses perubahan yang terjadi, baik itu karena alam maupun karena manusia. Sebabnya diriku telah mengetahui arah tujuan hidup bermuara pada air yang jernih, maka di butuhkan prinsip hidup sekeras batu dan setangguh ombak lautan samudrah, supaya  dapat kukuh pada persimpangan jalan yang tak melawan arus ataupun salah memilih jalan hidup, tersetsatlah ia ke jurang kesia-siaan hidup.

Katakanlah yang sebenarnya pada dirimu bahwa engkau mampu untuk merubah segala hal, mulailah dari sekarang dan selanjutnya engkau mempunyai kekuatan setegar batu, pejamkan mata mu biarkan nalar liar mu menjelajahi alam semesta. Sementara waktu terasa dekat dan cepat untuk mengakhiri suatu pekerjaan. Ya.. benar sekali kalau di renungkan. Memang banyak analogi rasional untuk menjelaskannya dan juga dapat berbagai persepsi yang tidak sama antara si pembaca dan intrepretasi dirinya dalam segala tindakan.

PERTEMUAN MANUSIA-MANUSIA SUPER DI ALAM GAIB

GUSDUR SHOW

"Gimana bapak Baharudin Lopa, sudah bisa menerima alasan sama," kata Prabu Hayam Wuruk.

"Sampun mangertos, gusti prabu Hayam Wuruk," jawab Baharudin Lopa.

"Barangkali ada pendapat yang lain dari panjenengan," sambung Prabu Hayam Wuruk

"Ada kanjeng Prabu," jawab Gajah Mada

"Silakan!" jawab Prabu Hayam Wuruk lagi. 

"Ketika beliau GUSDUR jadi presiden KE 4 di nuswantara, yang akan segera mau di lengserkan, lewat sidang Istimewa, saya lah yg bela mati-matian pada beliau nya, dengan argumen -argumen agar tidak terjadi impectment pada GUSDUR, di hadapan para ketua wakil rakyat Nuswantara, saya meyakinkan pada mereka, bahwa beliau nya Gusdur tidak mempunyai dosa -dosa apa -apa dan salah apa -apa, orang sepintar beliau, sebaik beliau harus di lengserkan dari jabatan Presiden. 

"Seperti ada kekuatan besar dan jahat, Gusdur harus lengser jadi Presiden, ujar Baharudin Lopa."

"Owh begitu, mumpung beliau nya Gusdur ada disini, barangkali bisa menjelaskan nya. 

"Gimana bapak Gusdur, sudah siap menjelaskan?', tanya Prabu Hayam Wuruk pada Kyai Haji Abdurohman Wakhid."

"Oke siap," jawab Gusdur.

    Dari awal saya jadi Presiden, tidak timbul dari kemauan saya sendiri, 'jadi pemimpin atau presiden tanggungannya nanti berat sekali di kehidupan akherat, apalagi pemimpin itu tidak memberi manfaat pada rakyat yang di pimpin nya, sebaliknya pemimpin itu atau presiden itu bertindak zalim dan kejam sama rakyat yang dipimpinnya', kelak kalau sudah mati di dasar neraka jahanam lah tempat nya. Berat, berat sekali pertanggung jawabannya, karena situasi negara lagi krisis, saya di dorong dan di dukung para Kyai sepuh, untuk tampil mencalonkan diri jadi Presiden, karena ini amanah. 

    Setelah saya terpilih dan di lantik jadi Presiden. Kesempatan ini saya gunakan sebaik -baik nya, untuk mengabdi, memberi pelayanan yg terbaik untuk rakyat Nuswantara. Serta bagaimana caranya menyenangkan hati semua rakyat Nuswantara, bagaimana tidak hidup di negeri yang kaya raya sumber kekayaan alamnya, tetapi di mana - mana banyak rakyat masih hidup dalam kemiskinan, sudah lama sekali rakyat Nuswantara hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan.

    Tiga ratus tahun di jajah Belanda, lalu di jajah Jepang tiga setengah tahun, kemudian merdeka, di dera banyak pergolakan -pergolakan, tidak bisa menikmati arti sebuah kemerdekaan, karena sumber - sumber kekayaan alam masih banyak di kelola asing dan rakyat tetap tidak kebagian apa -apa, hanya para pejabat nya yang dapat bagian yang lebih banyak dengan cara korupsi dan manipulasi, 'setelah saya jadi Presiden saya tegak kan aturan, hukum saya tegak kan, bagi pejabat yang korupsi saya suruh kembalikan uangnya, hak -hak rakyat saya penuhi, tambang -tambang, dan hutan -hutan biar rakyat yang kelola, jangan sampai kekayaan alam hanya di kuasai oleh hanya segelintir rakyat Nuswantara', biarlah rakyat yang menguasai, karena 'undang -undang dasar kita mengatakan sumber kekayaan alam, harus di gunakan dan di manfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Nuswantara', tetapi kenyataan nya, sumber - sumber kekayaan itu dikelola oleh asing yang kerjasama dengan pejabat dan banyak yang di korupsi. 

    Tujuan saya jadi Presiden, berkeinginan untuk merubah situasi seperti itu, sebelum tujuan saya tercapai, berbagai macam hujatan dan fitnah serta berbagai macam demo datang pada saya, intinya saya harus turun jadi Presiden Nuswantara. Jawaban saya tetap begitu aja kok repot, ujar Gusdur.

"Owh begitu Gusdur," kata Prabu Hayam Wuruk

"Ada yang bertanya atau beri pendapat yang lain.

"Kalau tidak Ada diskusi pertemuan malam ini akan segera saya tutup, kita lanjutkan pada pertemuan minggu depan, dengan tema yg sama, sambung Prabu Hayam Wuruk."

                                                                                                                                    BERSAMBUNG. . . . .

Penulis : Tony Fadlun Indemun

Editor :Doni andriani

 

Refleksi history : Pentingnya peran guru

     Wacana publik yang terlanjur beredar di kalangan masyarakat awam menjadi stigma hitam putih, bahwa informasi yang ia peroleh sukar untuk di terjemahkan dengan bahasa ilmiah, karena sesuatu hal yang ia anggap benar ya benar, namun lupa untuk menyaring sampai pada kebenaran yang ia cari. Supaya ia dapat memahmi suatu istilah, maka hendaklah ia membaca untuk menggunakan segala potensi indrawinya, dengan panca indra kita dapat empirism, dengan akal kita dapat rasionalsm. Katakanlah istilah profesi, saya tanya apa itu profesi, maka seseorang itu akan menjelaskan terlebih dulu pengertian profesi. Namun wacana yang terekspose tipologi profesi. Yakni, di dunia ini hanya ada dua profesi: guru dan non guru. Padahal, banyak profesi lainnya yang turut memberi sumbangan berharga pada peradaban umat manusia. Sebut saja, para peneliti misalnya. Mereka tergolong kaum intektual yang bekerja keras menghasilkan berbagai temuan dan berperan mengembangkan kemajuan ilmu pengetahuan. Diantara mereka ada yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bergengsi tingkat internasional.

    Temuan-temuannya banyak membantu mengatasi masalah kehidupan hingga turut merubah peradaban. Guru merupakan suatu pekerjaan yang mulia. Apabila, para guru melakukan tugasnya secara ikhlas dan berdasarkan suara hatinya, maka mereka sudah memiliki “tiket masuk surga”Apabila, guru dalam mendidik muridnya dilandasi dengan kasih sayang, maka mereka juga akan mendapat tambahan bonus dicintai oleh para muridnya. Dengan demikian, guru yang baik akan memperoleh tiga “gaji” sekaligus. Yaitu, “gaji” ekonomis (uang), “gaji” teologis (amal ibadah), dan “gaji” sosial (kesan dan ingatan yang baik dari para muridnya, paling tidak didoakan).

    Sejarah bangsa Jepang memberikan kita pelajaran berharga terkait profesi guru. Di kala kota Hirosimma dan Nagasaki dijatuhi Bom Atom oleh tentara sekutu pada 9 Agustus 1945, yang menewaskan ratusan ribu penduduk kedua kota itu, pertanyaan yang dilontar Kaisar Hirohito bukanlah berapa tentara yang masih hidup. Tetapi, berapa jumlah guru yang tersisa dan dapat diperankan membangun peradabannya. Fenomena historis ini menunjukan bahwa guru memiliki status dan peran yang sangat terhormat dalam suatu bangsa. Di sisi yang lain,menujukan bahwa cara berpikir seorang pemimpin bangsa harus jauh ke depan dengan meletakkan peran penting aspek pendidikan, sekaligus menjadikan guru sebagai ujung
tombaknya.

    Pentingnya kepedulian terhadap aspek pendidikan juga ditegaskan dalam ajaran teologis. Sering kita dengar pernyataan yang diimitasi dari pandangan John Locke bahwa anak yang baru lahir bagaikan kertas putih (tabula rasa). Karena itu, anak harus dididik dengancara mengisi kertas putih itu dengan pengetahuan sarat manfaat. Bahwa setiap anak memiliki potensi multikecerdasan yang harus dibantu pengembangannya melalui pendidikan, sehingga bisa berkembang optimal. Van Eukul dan Kellog, Antropolog, telah melakukan penelitian terhadap anak manusia yang dibiarkan hidup diasuh oleh seekor binatang. Hasilnya, anak tersebut tidak mampu berkembang sebagaimana“manusia” umumnya anak itu berperilaku seperti biantang, human being-nya tidak bisa berkembang. Anak manusia hanya akan menjadi “manusia” apabila dia hidup dan dididik dalam lingkungan masyarakat. Dalam agama ditegaskan bahwacmendidik anak merupakan kewajiban orang tua yang diperintahkan oleh tuhannya. Pada masyarakat modern yang ditandai dengan menguatnya ideologi kapitalisme, tentu saja pendidikan menjadi sarana utama untuk memanusiakan manusia agar terbebas dari paham yang cenderung dehumanis tersebut. Pendidikan adalah sarana mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    Di tengah kontestasi global yang mulai mengakar hingga ke dunia berkembang, tampaknya kemajuan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh banyaknya sumber daya alam, melainkan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, bangsa yang maju sering menempatkan pendidikan menjadi bagian utama dalam proses pembangunan dengan memberikan anggaran yang lebih (extra founding) dibandingkan bidang-bidang lainnya.

 

Penulis : Maulana Zaky

Editor : Kurniawan

PERTEMUAN MANUSIA-MANUSIA SUPER DI ALAM GAIB

DI AKHIR JAMAN JAMAN PENUH KEBOHONGAN, JANGAN MUDAH PERCAYA DENGAN PEMIMPIN

    Seperti biasanya Maha patih Gajah Mada, sudah bangun pagi -pagi benar guna menyiapkan rapat pertemuan, yang akan di selenggarakan hari ini. Tidak beberapa lama, Sang Prabu Hayam Wuruk datang, menghampiri Patih Gajah Mada, dan bertanya,
 
"Gimana Dinda Patih Gajah Mada cuaca hari ini, apakah amat cerah Dinda? Atau ada mendung yang akan hujan, sehingga pertemuan nanti para hadirin perlu kita jamu, sajian makanan yg hangat -hangat Dinda! Agar tamu kita yang hadir kerasan dan lama -lama ngobrol disini," Kata Hayam wuruk.
 
"Iya, saya setuju dengan pendapat kakanda prabu," jawab Patih Gajah Mada. 
 
"Coba lihat di ruang pertemuan sudah banyak yang hadir Dinda, mari kita pergi kesana," Sambung Prabu Hayam Wuruk.
 
Patih Gajah Mada berjalan di samping Sang prabu Hayam Wuruk, dengan di ikuti beberapa orang pengawal. Sesampai di mimbar, prabu Hayam Wuruk, mengucapkan salam kepada semua yang hadir,
 
"Selamat malam semua nya, Assalamualaikum wr.wb," Salam Prabu Hayam Wuruk.
 
"Wa'alaikum salam wr.wb," Jawab, semua hadirin yang ada di ruang pertemuan.
 
   Sudah tiga bulan lebih kita tidak adakan pertemuan, maka atas undangan yang saya lewatkan patih Gajah Mada, jenengan para bapak -bapak, ibu -ibu saya undang lagi di pertemuan ini. Saya prihatin sekali dengan perkembangan kehidupan di 'Mayapada' dan khusus nya negeri 'Nuswantara', dimana tinggal cucu -cucu kita, cicit -cicit kita turunan kita yang di landa pagebluk korona Atau pandemi covid 19 yang sampai saat ini, sudah satu tahun lebih tidak berkesudahan, malah semakin ganas dan merajalela, maka dari itu saya minta urun rembug Atau pendapat nya, dari semuanya yg hadir disini, "Kata, Sambutan Sang prabu Hayam Wuruk."
 
    Di jaman saya, ketika ada pagebluk, satu hari, dua hari saya selidiki sendiri, dan saya berdo'a kepada Sang Hyang Widhi, minta petunjuk, apa penyebab nya dan siapa yang menyebabkan penyakit ini. karena kebiasaan para senopati Atau para hulu balang kerajaan yg tidak kesampaian hasratnya Atau cita - cita serta cinta nya pada putri raja tidak kesampaian Atau di tolak lalu mereka ambil jalan pintas datang ke dukun sakti, minta Sang putri yang tidak mau di lamar di berikan wabah penyakit yang tidak bisa di sembuhkan, kecuali orang yang sakti yang bisa menyembuhkan nya, dan itu saja, penduduk di sekitarnya juga banyak yang mati karena tertular wabah itu, Dua minggu tetap tidak ada perubahan, lalu saya panggil orang -orang sakti yang ada di kerajaan, saya kumpulkan, untuk menelusuri jejak mereka - biang pembuat wabah itu. Istilah sekarang 'long long ago', tapi di jaman now, berbeda sekali, jaman masyarakat yg individualis, materialistis, kau sakit, sakit lah sendiri, kau mati, matilah sendiri yang penting, aku, keluarga kelompokku tetap happy -happy aja. Jangankan orang memikirkan orang lain, pemimpin saja sudah tidak lagi memikirkan rakyat yang di pimpin nya, biarkan mereka mati, yang pentiing tujuan saya jadi pemimpin tercapai, visi dan misi yang penting sukses.
 
"Sampai disini ada yang bertanya dan beri pendapat," Kata Prabu Hayam Wuruk.

"Ada kanjeng prabu." kata salah anggota yang hadir.

"Sebutkan nama dan dari organisasi apa!" Sela Prabu hayam Wuruk.

Perkenalkan nama saya Maulana Iskhaq asal saya dari negeri Syam, saya masih saudara dari Sunan Ampel denta, saya tidak bertanya pada paduka kanjeng Prabu Hayam Wuruk, tetapi saya mempunyai pengalaman pribadi tentang pagebluk atau pandemi yg melanda kehidupan di mayapada sekarang ini. "Kata Maulana Iskhaq."

"Monggo silakan pak kyai Maulana Iskhaq," Kata Prabu Hayam Wuruk. 

"Terima kasih, Sang Prabu," Kata Maulana Iskhaq, 

    Begini ceritanya, setelah saya di tinggal Umi dan Abi kembali kehadirat Alloh SWT, saya jadi hidup sendirian, beberapa tahun baru saya masih ingat, bahwa saya masih punya kakak saudara yang lama sekali pergi merantau ke timur jauh tinggal di negeri nuswantara, kakanda saya penyebar Agama Islam yang tersohor dengan sebutan Sunan Ampel. Saya jadi rindu ingin membantu perjuangan kakanda dalam menyebarkan Agama Islam, maka pergilah saya ke tanah Jawa. 

    Sesampainya di sana, kakanda Sunan Ampel, bilang, kalau adinda ingin bantu kakang pergilah ke timur ke negeri blambangan di sana kehidupan masyarakat masih belum masuk Islam, masih ke hindu -hinduan, maka pergilah saya kesana, tidak langsung menuju ke kerajaan, karena di sana di kerajaan lagi di landa wabah pagebluk, lalu saya sengaja tinggal di sekitar alas purwo, kira -kira 40 km dari blambangan. 

    Selang berapa bulan ada sayembara dari kerajaan blambangan, Barangsiapa yg bisa menyembuhkan Sang putri raja yang lagi sakit kena wabah, kalau laki -laki akan dijadikan suaminya, kalau perempuan akan saudara nya, begitu mendengar berita itu Maulana Iskhaq sangat gembira dan mengikuti sayembara itu. Dengan satu syarat dari Maulana Iskhaq pada Sang Raja, bila Sang putri sembuh harus masuk Islam sebagai Agama nya, dan atas karunia Alloh SWT Sang putri sembuh dan masuk Agama Islam, dan Agama Islam mulai menyebar terus sampai sekarang di negeri blambangan (Banyuwangi).  

BERSAMBUNG....

Penulis : Tony Fadlun Indemun

Editor : Kurniawan

Apakah pemikiran mu sama ?

    Malam itu menjadi untaian kata dari salah satu teman, berkata inti pendidikan di indonesia tidak jelas di kerucutkan kemana. Kita dengarkan dulu keterangannya mengapa dia merasa di bodohi oleh sistem pendidikan indonesia. tentunya ini merupakan pengalaman dari jenjang sekolah dan lebih lagi proses berfikirnya. Menakar sebuah pembelajaran dan perbandingan antara sistem pendidikan adalah hal yang harus diketahui, yang merupakan ke-ingintahuannya karena ia menganggap semua yang di peroleh dari bangku sekolah tidak memuaskan dalam arti upaya mendidik, katakanlah ada 30 siswa dalam satu ruangan kelas, di berikan pelajaran yang sama dan harus bisa dapat nilai tinggi, di sisi lain siswa harus pintar semua mata pelajaran. 

"Pikir ku, apanya yang gak jelas kerucutnya. emang kerucut itu bangun ruang". ketawa dalem hati!

    Berbusa-busa ia meneruskan, mengeluarkan jurus andalannya...."Aku kasih analogi ada harimau, kelinci, ular dan ikan, semua hewan di suruh memanjat pohon apa yang terjadi, si ikan ini tidak bisa memanjat pohon dan akan bodoh se-umur hidup". Padahal siswa memiliki potensi yang berbeda, kemampuan yang berbeda, karakter yang berbeda. Seharusnya pendidik memberikan pemahaman nilai-nilai kemanusiaan. Jika nilai-nilai itu tidak di ajarkan apa yang terjadi...siswa akan menjadi bodoh dan siswa jarang masuk sekolah, tidak ada semangat untuk belajar,

"Loh....logis si analoginya, tapi mengapa ia menyamakan siswa dengan hewan, otak ini terhanyut ke dalam pemikirannya, harusnya ane kontra", pikir ku....!

Siswa mengerjakan sesuatu di karena kan mereka suka bukan di suruh berbeda dengan pendidikan di negara maju di umur 3-5 (,TK ) siswa di suruh bermain sekolah dasar (SD) siswa baru di ajaran membaca dan menulis sekolah menengah pertama (SMP)- sekolah menengah atas (SMA) di ajar kan minat bakat bukan semua mata pelajaran hanya satu mata pelajaran yaitu bela negara

Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang dan bisa bersaing di kancah internasional.dan guru bukan jadikan profesi guru haruslah di jadikan pengabdian.Selama aku sekolah dari jenjang tk-sd-smp-sma dan kuliah aku di bodohi oleh pendidikan di Indonesia kenapa aku berfikir dan yakin aku mengatakan hal ini kerena pendidikan di Indonesia tidak jelas di kerucutkan kemana.



Satu bulan mengenang kemerdekaan Republik Indonesia

 

BAGIAN 5

Mengenang jasa-jasa pahlawan di bulan Agustus mengingatkan ku pada pelajaran sejarah. Kemerdekaan republic Indonesia menjadi titik perjuangan merebut kekuasaan colonialism-imperialism. Ratusan tahun pri bumi mengalami penjajahan, terpenjarah, dan penindasan yang di lakukan oleh bangsa asing. Sudah tidak dapat disebutkan berapa jumlah nyawa yang hilang, korban yang gugur dalam peristiwa penjajahan - kemerdekaan. Ingatan ku terus bergejolak mewarnai perjalanan ku di atas ring besi tua menjalur di tiap-tiap stasiun kota, sore itu. Memikirkan bagaimana perjuangan pahlawan-pahlawan melawan penjajah ratusan tahun lamanya, apa tidak putus asa, apa tidak ada strategi praktis, dan apa dulu memang SDM dibawah rata-rata. Pertanyaan ku semakin menjalar kemana-mana mempertanyakan perlawanan pri bumi yang terjajah ratusan tahun lamanya, mengapa.! Sudah cukup, jangan membawa ku pada paradigma pri bumi bodoh.

Cobalah amati – pahami upaya yang dilakukan pri bumi, memang masih bersifat kedaerahan, namun konsolidasi yang dilakukan mereka tak akan gentar, olehnya dibawah ke meja konsolidasi menuai kesepakatan persamaan yang sama dan mempunyai pemikiran yang sama untuk mengusir bangsa asing dari tanah pertiwi. Persatuan perlawanan di galakkan menyusuri pelosok negri, kita berjuang melawan penjajahan ini harus bersama-sama, karena bukan daerah mu saja! Daerah ku juga, daerah kami juga, daerah dia dan mereka juga. Kesadaran akan satu rasa, satu bangsa tumbuh dalam benak hati, kalau kita ini harus bersatu, bersatu, dan bersatu, walau dengan latar belakang yang berbeda, walau dengan keberagaman suku dan adat berbeda.! “fisualisasi ku tentang konfrontasi kala itu”. Semilir angin menerjang ilalang bertebaran kemari mencari lawan tanding, oh ini rumput gajah, oh tidak ini rumput semut, akan kah bersahabat gajah dan semut…. Ternyata mereka berdua saling bersua hingga menyaksikan, ini lah matahari ku.

Tiba di stasiun tujuan ucapan-ucapan Selamat …selamat hari kemerdekaan terpampang jelas di di depan "Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Indonesia Maju". semarak partisipasi ini memang harus di apresiasi sebagai semangat kebangsaan, lebih lagi dapat mencerminkan kemerdekaaan/kebebasan, berdiri sendiri, tidak tertekan dari tuntunan pihak tertentu. Di sisi lain bendera-bendera/umbul-umbul berkelebat mewarnai pandangan sepanjang jalan, hiasan lampu mini berkelip-kelip memadu warna, indahnya.... malam peringatan kemerdekaan.

Hari minggu liburan apa dirumah saja

BAGIAN 4

    Menikmati hari libur sekolah bersama keluarga menjadi tradisi yang sering dilakukan oleh kebanyakan anak milineal atau generasi Z. Tepatnya hari minggu yang khas dengan suasana kemacetan di jalan raya,bukan cuma di jalan raya, di tempat wisata misalnya : gunung bromo, kawah ijen, pantai klayar dan wisata bahari lamongan (WBL) pengunjung meluber dan membludak. Pengunjung berdatangan memadati rest area yang disediakan oleh pengelolah wisata. Melihat antusias tersebut membawa ia kedalam dunia kebahagiaan bersama keluarga, bersamaan hari itu menjadi momentum di usianya merasakan alam liar yang terus berputar menyelimuti akan kesenangan yang harus di berikan oleh setiap oran tua. Tidak heran bila kita menjumpainya di  gandeng orang tua berjalan melihat wahana yang di suguhkan. 

    Melihat lihat wahana menjadi hal yang berkesan bila di temani orang tua dan memberikan pelajaran maupun cerita mengenai apa yang dilihatnya. Mengamati hewan, membaca diskripsi hewan dan bergumam “Oh jadi ini kandang monyet, besar yah, monyetnya kok gendong anaknya sambil makan pisang, berlari dan bergelantungan”. Setiap pengunjung datang memberinya makan, kadang buah-buahan seperti pisang, semangka, dan kacang. Jadi kalo monyet melihat pengunung membawa makanan ia akan mengejarnya dan mendekatinya. 

    Ya. . . .belajar bersama alam memang menyenangkan dan menambah wawasan pengetahuan secara empiris mengenai hewan monyet yang ada di kebun binatang. Belajar tidak harus di tempat sekolah saja, namun bisa dimana saja itu adalah belajar.